Ilustrasi istri menenangkan suami
Terasmuslim.com - Sejarah kehidupan para nabi dan rasul tidak pernah luput dari hempasan ujian serta tekanan hidup yang teramat berat.
Sebagai manusia biasa yang memiliki perasaan, Rasulullah SAW pun pernah merasakan fase kesedihan yang mendalam dan begitu menyesakkan dada.
Namun, kondisi emosional yang dialami beliau bukanlah depresi klinis yang disertai keputusasaan, melainkan wujud rasa duka kemanusiaan yang wajar.
Al-Qur`an merekam momen ketika hati baginda Nabi terasa sempit akibat penolakan, intimidasi, serta cemoohan yang bertubi-tubi dari kaum kafir.
Allah SWT kemudian menurunkan ayat khusus untuk menghibur serta menguatkan kembali kondisi psikologis kekasih-Nya tersebut.
QS. Al-Hijr: 97, "Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan."
Dalam fase terberat yang disebut Amul Huzni (Tahun Kesedihan), beliau bahkan kehilangan dua pilar pelindung utamanya, yaitu Abu Thalib dan Sayyidah Khadijah.
Di sinilah letak urgensi peran seorang istri dalam menjadi madrasah ketenangan dan benteng spiritual bagi suaminya yang sedang rapuh.
Ketika Rasulullah SAW pertama kali menerima wahyu di Gua Hira dengan tubuh gemetar ketakutan, Sayyidah Khadijah hadir sebagai penyelamat jiwa.
Khadijah tidak mencecar dengan pertanyaan yang menyudutkan, melainkan menyelimuti beliau dan menenangkan detak jantungnya dengan untaian kalimat syahdu.
Rasulullah SAW dalam sebuah hadis memuji kesetiaan sang istri yang selalu mempercayainya di saat seluruh dunia meragukan dan menjauhinya.
"Ia beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, ia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku." (HR. Ahmad).
Seorang istri shalihah dituntut untuk meneladani sikap Khadijah dengan memberikan validasi emosional serta dukungan moral tanpa batas saat suami terpuruk.
Kurangi mengeluh tentang materi dan hindari menuntut hal-hal yang berada di luar batas kemampuan suami ketika ia sedang menghadapi badai ujian.
Ciptakan suasana rumah yang teduh, bersih, dan penuh kasih sayang agar tempat tinggal benar-benar menjadi surga penenang dari penatnya dunia luar.
Jadilah pendengar yang bijak, peluk erat pundaknya, dan ajaklah ia untuk bersujud bersama demi menjemput pertolongan serta kelapangan rezeki dari Allah.