Ilustrasi foto menuntut ilmu dengan ulama
Terasmuslim.com - Imam An-Nawawi merupakan sosok ulama besar madzhab Syafi`i yang dikenal sangat disiplin dan produktif dalam mengalokasikan setiap detik usianya.
Kehidupan beliau menjadi teladan nyata bagaimana seorang mukmin seharusnya menghargai waktu untuk menuntut ilmu dan beramal saleh.
Dalam kesehariannya, ulama yang lahir di Nawa ini hampir tidak pernah menyia-nyiakan waktu sedikit pun kecuali untuk membaca, menulis, atau beribadah.
Semangat membara tersebut selaras dengan perintah Allah SWT dalam Surah Al-Insyirah ayat 7: "Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)."
Ketekunan beliau begitu fenomenal hingga diriwayatkan bahwa beliau menghadiri belasan majelis ilmu yang berbeda dalam sehari semalam.
Sikap disiplin ini berakar dari pemahaman beliau yang mendalam terhadap pentingnya memanfaatkan usia sebelum datangnya masa tua atau kematian.
Rasulullah SAW secara tegas mengingatkan pentingnya waktu dalam hadis riwayat Bukhari: "Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang."
Bagi Imam An-Nawawi, istirahat dan tidur hanyalah sekadar penopang fisik agar tubuh tetap mampu melanjutkan aktivitas menuntut ilmu.
Beliau meyakini bahwa penuntut ilmu yang sejati harus mampu mengalahkan hawa nafsu dan godaan rasa malas yang merusak produktivitas.
Allah SWT mengingatkan kerugian manusia yang melalaikan waktu dalam Surah Al-`Asr ayat 1-3 bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Karya-karya fenomenal beliau seperti Riyadhus Shalihin dan Kitab Al-Adzkar lahir dari dedikasi tanpa henti dalam mengikat ilmu melalui tulisan.
Kedalaman ilmu yang diimbangi dengan keikhlasan niat menjadikan kitab-kitab susunan beliau terus dipelajari dan dimanfaatkan oleh Umat Islam di seluruh dunia hingga hari ini.
Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadis riwayat Muslim bahwa ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amalan yang pahalanya tidak akan terputus meski seseorang telah meninggal dunia.
Melalui perjalanan hidup Imam An-Nawawi, kita diajak untuk melek terhadap pentingnya manajemen waktu di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.
Meneladani semangat beliau menjadi kunci utama bagi generasi muda Muslim untuk meraih keberkahan hidup melalui pemanfaatan waktu yang bernilai ibadah.