• KEISLAMAN

Rezeki Anak Dijamin Allah, Mengapa Orang Tua Overthinking?

Yahya Sukamdani | Minggu, 26/07/2026
Rezeki Anak Dijamin Allah, Mengapa Orang Tua Overthinking? Ilustrasi foto rezeki anak

Terasmuslim.com - Fenomena orang tua yang merasa cemas berlebihan terhadap masa depan finansial anak kini semakin marak terjadi di tengah tantangan ekonomi modern.

Kekhawatiran tersebut sebenarnya manusiawi, tetapi jika berlebihan dapat mengikis rasa percaya kita terhadap jaminan Sang Maha Pencipta.

Padahal, setiap jiwa yang lahir ke dunia telah ditetapkan takdir serta porsi rezekinya masing-masing oleh Allah SWT sejak dalam kandungan.

Islam mengajarkan agar setiap orang tua tidak perlu memelihara ketakutan akan kemiskinan hanya karena bertambahnya jumlah anggota keluarga.

Jaminan tegas mengenai kecukupan hidup ini disampaikan langsung oleh Allah SWT di dalam Al-Qur`an sebagai pedoman umat.

Allah SWT berfirman: "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu." (QS. Al-Isra` [17]: 31).

Ayat tersebut menjadi bukti otentik bahwa rezeki anak bukanlah beban yang menghimpit, melainkan keberkahan yang dititipkan melalui orang tua.

Sikap overthinking sering kali muncul akibat manusia terlalu mendewakan kalkulasi matematika duniawi dan melupakan kuasa Ilahi.

Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya membangun mentalitas tawakal yang kokoh dalam menjemput karunia Allah setiap harinya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah memberi rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang." (HR. Tirmidzi).

Ikhtiar bekerja mencari nafkah memang sebuah kewajiban, namun hasil akhir serta kecukupannya tetap sepenuhnya berada dalam genggaman Allah.

Kecemasan yang dipelihara secara berlarut-larut justru dapat mengganggu kesehatan mental orang tua dan merusak keharmonisan rumah tangga.

Tugas utama orang tua sejatinya adalah mendidik anak menjadi pribadi yang saleh dan bertakwa, bukan sekadar menimbun harta untuk mereka.

Mengubah rasa cemas menjadi sujud, doa, serta kerja keras yang halal akan melahirkan ketenangan jiwa dalam mengasuh buah hati.

Serahkanlah segala kekhawatiran kepada Allah SWT, sebab Dia adalah sebaik-baik penjamin rezeki bagi seluruh hamba-Nya.