• KISAH

Kisah Akhlak Nabi Muhammad dalam Kehidupan Sehari-hari

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 09/09/2026
Kisah Akhlak Nabi Muhammad dalam Kehidupan Sehari-hari Ilustrasi - berbagai kisah Nabi Muhammad SAW yang bisa diambil pelajarannya tentang Akhlak (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Jakarta, Terasmuslim.com - Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang dikenal memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan bagi umat Islam.

Keteladanan tersebut tidak hanya terlihat dalam urusan ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berbicara, memperlakukan keluarga, hingga bersikap kepada orang yang berbuat buruk.

Allah SWT menegaskan Rasulullah SAW sebagai suri teladan bagi orang-orang yang beriman dalam Surah Al-Ahzab ayat 21.

Bahkan, ketika Aisyah RA ditanya mengenai akhlak Rasulullah SAW, ia menjawab bahwa akhlak Nabi adalah Al-Qur`an. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim.

1. Rasulullah SAW Tidak Suka Bersikap Kasar

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang lembut dan tidak suka berkata kasar. Aisyah RA menggambarkan beliau sebagai sosok yang tidak berkata keji, tidak berteriak-teriak, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.

Sikap tersebut menjadi pelajaran bahwa kelembutan dalam berbicara dan bertindak merupakan bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

2. Memaafkan Orang yang Berbuat Buruk

Salah satu akhlak Rasulullah SAW yang banyak dikenang adalah sikap mudah memaafkan. Ketika menghadapi perlakuan buruk secara pribadi, beliau tidak menjadikan keburukan tersebut sebagai alasan untuk membalas dengan tindakan serupa.

Sikap ini terlihat dalam berbagai peristiwa kehidupan Rasulullah SAW, termasuk ketika menghadapi orang-orang yang pernah menyakiti beliau. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah SAW tetap menunjukkan kasih sayang dan memilih jalan yang lebih baik daripada membalas dendam.

3. Rendah Hati dalam Kehidupan Sehari-hari

Meskipun memiliki kedudukan sebagai utusan Allah SWT, Rasulullah SAW tetap menunjukkan sikap rendah hati. Beliau tidak menjadikan kedudukan tersebut sebagai alasan untuk menyombongkan diri di hadapan orang lain.

Sikap rendah hati Rasulullah SAW menjadi pengingat bahwa kemuliaan seseorang tidak seharusnya membuatnya merendahkan orang lain.

4. Memperhatikan Orang Lain

Rasulullah SAW juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Salah satu contohnya adalah ketika beliau sedang melaksanakan salat lalu mendengar tangisan seorang anak. Rasulullah SAW kemudian mempercepat salat karena memahami bahwa ibu anak tersebut kemungkinan merasa khawatir.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa ibadah tidak membuat Rasulullah SAW mengabaikan kondisi orang lain. Beliau tetap memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang-orang di sekitarnya.

5. Menjaga Kelembutan kepada Sesama

Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya bersikap lembut dalam mengurus kepentingan orang lain. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, beliau mendoakan orang yang memudahkan urusan umat dan berlaku lembut kepada mereka agar Allah juga berlaku lembut kepadanya.

Akhlak Rasulullah SAW tersebut menunjukkan bahwa kebaikan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui cara seseorang memperlakukan orang lain.