Ilustrasi - orang yang selalu menjaga wudhunya adalah salah satu orang akan mendapatkan minum dari Telaga Kautsar di akhirat kelak (Foto: AI)
Jakarta, Terasmuslim.com - Telaga Kautsar merupakan salah satu kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya di akhirat.
Dalam sejumlah hadis sahih, Rasulullah SAW menggambarkan telaga tersebut dengan air yang lebih putih daripada susu, lebih harum daripada minyak kasturi, serta memiliki wadah sebanyak bintang di langit.
Rasulullah SAW juga bersabda bahwa orang yang meminum air dari telaga tersebut tidak akan merasa haus untuk selama-lamanya.
Hadis ini diriwayatkan secara muttafaq alaih, yakni oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Telaga Kautsar juga dikenal sebagai telaga Rasulullah SAW. Orang-orang beriman dari umat Nabi Muhammad SAW akan mendatangi telaga tersebut pada hari kiamat.
Salah satu tanda yang disebutkan dalam hadis adalah bekas wudu yang membuat anggota tubuh mereka bercahaya.
Dalam sejumlah penjelasan ulama, terdapat beberapa golongan yang disebut memiliki keutamaan untuk mendapatkan minum dari Telaga Rasulullah SAW.
Orang yang senantiasa menjaga wudu termasuk golongan yang disebut dalam hadis sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang dapat dikenali pada hari kiamat.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa umatnya akan datang dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya karena bekas wudu. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim.
Orang-orang fakir yang tetap bersabar dalam menghadapi keadaan hidupnya juga disebut memiliki keutamaan untuk mendatangi telaga Rasulullah SAW.
Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa orang-orang fakir dari umat Nabi Muhammad SAW termasuk yang pertama datang menemui beliau di telaga.
Menjaga ucapan dan perbuatan juga menjadi bagian penting dari akhlak seorang Muslim. Rasulullah SAW memberikan pesan agar seseorang yang ingin mendatangi telaga beliau menjaga lisan dan tangannya dari perkara yang tidak semestinya.
Pesan ini menunjukkan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya memperbanyak ibadah secara lahiriah.
Dalam sejumlah riwayat, orang yang memberikan makanan kepada orang yang berbuka puasa juga disebut memperoleh keutamaan berupa minuman dari telaga Rasulullah SAW.
Amalan tersebut menunjukkan besarnya nilai kepedulian sosial dalam Islam. Memberikan makanan kepada orang lain bukan hanya bentuk kebaikan kepada sesama, tetapi juga menjadi amal yang memiliki keutamaan.
Meski Telaga Kautsar merupakan kenikmatan bagi umat Nabi Muhammad SAW, hadis juga memberikan peringatan bahwa ada orang-orang yang justru dijauhkan dari telaga.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menggambarkan adanya orang-orang yang beliau kenali sebagai umatnya, tetapi kemudian dihalangi untuk mendekati telaga. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa mereka telah melakukan perubahan terhadap ajaran setelah Rasulullah SAW.
Karena itu, kabar tentang Telaga Kautsar bukan hanya menjadi harapan bagi umat Islam, tetapi juga menjadi pengingat untuk menjaga keimanan, mengikuti petunjuk Rasulullah SAW, memperbaiki akhlak, dan menjauhi perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama.