Ilustrasi foto 2 wanita dalam kehidupan masyarakat
Terasmuslim.com - Ruqayyah dan Ummu Kultsum merupakan dua putri Rasulullah SAW yang memiliki kedudukan mulia serta sejarah perjuangan luar biasa.
Kedua putri beliau tumbuh dalam lingkungan rumah tangga yang penuh limpahan wahyu, kasih sayang, dan keteladanan keimanan.
Al-Qur`an menggambarkan kemuliaan Ahlulbait dalam Surah Al-Ahzab ayat 33: "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlulbait dan membersihkan kamu sebebas-bebasnya."
Ruqayyah menikah dengan sahabat utama, Utsman bin Affan RA, dan keduanya memeluk Islam pada awal masa kenabian.
Pasangan mulia ini menunjukkan pengorbanan besar dengan melakukan hijrah bersama ke negeri Habasyah demi mempertahankan akidah.
Rasulullah SAW memuji keberanian mereka dengan bersabda bahwa Utsman dan Ruqayyah adalah keluarga pertama yang berhijrah setelah Nabi Luth AS.
Ketika dakwah Islam berkembang di Madinah, Ruqayyah jatuh sakit parah hingga tidak dapat mendampingi umat Islam dalam Perang Badar.
Atas perintah Rasulullah SAW, Utsman tetap berada di Madinah untuk merawat istrinya hingga Ruqayyah menghembuskan napas terakhirnya.
Rasulullah SAW menegaskan pahala Utsman dalam hadits riwayat Bukhari: "Sesungguhnya bagimu pahala dan bagian saham pahala seperti orang yang ikut serta dalam Perang Badar."
Kesedihan mendalam menyelimuti Utsman bin Affan RA atas kepergian Ruqayyah yang amat dicintainya tersebut.
Melihat duka sahabatnya, Rasulullah SAW kemudian menikahkan Utsman dengan putri beliau berikutnya, yaitu Ummu Kultsum.
Pernikahan berturut-turut dengan dua putri Nabi inilah yang menjadi alasan utama Utsman dianugerahi julukan Dzun Nurain, artinya Pemilik Dua Cahaya.
Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Ibnu Majah: "Sekiranya kami memiliki putri yang ketiga, niscaya kami akan menikahkannya pula dengannya (Utsman)."
Ummu Kultsum mendampingi Utsman dengan penuh ketaatan hingga beliau juga dipanggil pulang ke rahmatullah pada tahun kesembilan Hijriah.
Allah SWT mengingatkan ganjaran kesabaran atas ujian kehilangan dalam Surah Al-Baqarah ayat 156: "(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi raji`un."