• KEISLAMAN

Zainab binti Jahsy, Istri Rasulullah yang Dikenal Dermawan

Yahya Sukamdani | Jum'at, 28/08/2026
Zainab binti Jahsy, Istri Rasulullah yang Dikenal Dermawan Ilustrasi foto wanita membagikan sedekah

Terasmuslim.com - Zainab binti Jahsy radhiyallahu `anha merupakan salah satu istri Rasulullah SAW yang menempati kedudukan istimewa serta dikenal luas atas ketaatan ibadah dan kemuliaan hatinya.

Pernikahan Zainab binti Jahsy dengan Nabi Muhammad SAW memiliki keistimewaan tersendiri karena dinikahkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara wali manusia.

Keistimewaan takdir pernikahan agung tersebut diabadikan secara otentik oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an melalui firman-Nya pada Surah Al-Ahzab ayat 37.

Meskipun berasal dari kalangan bangsawan Quraisy dan merupakan istri seorang pemimpin besar umat, Zainab memilih menjalani kehidupan yang amat sederhana.

Zainab memiliki keterampilan tangan yang sangat mahir dalam menyamak kulit hewan serta membuat berbagai kerajinan tangan bernilai jual.

Seluruh hasil dari usaha dan keringat tangannya sendiri tidak beliau gunakan untuk menumpuk harta pribadi, melainkan disedekahkan sepenuhnya kepada kaum fakir miskin.

Kepedulian dan kelembutan hatinya terhadap orang-orang terlantar membuat beliau dijuluki sebagai Ummu al-Masakin atau Ibunya Kaum Miskin.

Kedermawanan luar biasa Zainab binti Jahsy membuktikan pengamalan nyata dari anjuran berinfak sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 267.

Rasulullah SAW memuji sifat dermawan Zainab dengan mengisyaratkan bahwa beliau adalah istri yang paling cepat menyusul Nabi wafat karena panjang tangannya dalam bersedekah.

Isyarat keutamaan dan kedermawanan Zainab tersebut diriwayatkan secara shahih oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim.

Ketika Khalifah Umar bin Khattab membagikan santunan dari baitulmal, Zainab tidak mengambil sedikit pun harta tersebut melainkan langsung membagikannya hingga habis kepada kaum kerabat dan fakir miskin.

Karakter luhur Zainab binti Jahsy menjadi wujud nyata dari pesan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Aisyah radhiyallahu `anha sendiri mengakui kemuliaan Zainab sebagai wanita yang sangat taat beragama, paling bertakwa kepada Allah, paling jujur tutur katanya, dan paling giat bersedekah.

Kehidupan Zainab memberikan pelajaran berharga bahwa harta tidak diukur dari seberapa banyak yang disimpan, melainkan dari seberapa besar manfaatnya untuk meringankan beban sesama.

Kisah keteladanan Sayyidah Zainab binti Jahsy memberi edukasi mendalam bagi umat Islam agar menjadikan kedermawanan dan kemandirian sebagai sarana utama mendekatkan diri kepada Allah SWT.