• KISAH

Perjuangan Khadijah Mendampingi Dakwah Rasulullah di Awal Islam

Yahya Sukamdani | Jum'at, 28/08/2026
Perjuangan Khadijah Mendampingi Dakwah Rasulullah di Awal Islam Ilustrasi muslimah tangguh (Foto: Bincang Muslimah)

Terasmuslim.com - Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu `anha berdiri paling depan sebagai perisai utama Rasulullah SAW saat dakwah Islam mulai disebarkan di Makkah.

Ketika masyarakat Quraisy mendustakan risalah kenabian, Khadijah menjadi tempat berlabuh yang melapangkan dada dan menguatkan tekad Nabi Muhammad SAW.

Pengorbanan harta Khadijah tercermin nyata saat beliau menyerahkan seluruh kekayaannya tanpa sisa demi menyokong kebutuhan dakwah tauhid.

Penginfakkan harta Khadijah di jalan Allah tersebut selaras dengan Isyarat firman Allah SWT dalam Surah Ad-Dhuha ayat 8 tentang nikmat kecukupan.

Selain harta, Khadijah mengorbankan tenaga dan pikirannya untuk merawat serta memastikan keselamatan Rasulullah SAW di tengah ancaman kaum kafir.

Ujian terberat dirasakan Khadijah saat setia mendampingi Rasulullah SAW melalui masa pemboikotan ekonomi dan sosial oleh kafir Quraisy di Syi`ib Abi Thalib.

Selama tiga tahun pemboikotan yang menyengsarakan tersebut, Khadijah rela kelaparan dan menderita demi tetap berada di sisi sang suami.

Keteguhan jiwa Khadijah menjadi bukti nyata akan kedalaman iman serta kepatuhan totalnya terhadap perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Kesetiaan tanpa batas ini membuat Rasulullah SAW menegaskan dalam hadits riwayat Ahmad bahwa Khadijah beriman di saat manusia lain ingkar.

Rasulullah SAW juga memuji Khadijah sebagai sosok yang bersedekah dengannya di saat semua orang mengharamkan harta untuk Nabi.

Melalui perantara Malaikat Jibril `alaihis salam, Allah SWT menyampaikan salam dan kabar gembira berupa rumah di surga dari mutiara untuk Khadijah.

Janji surga dalam hadits riwayat Bukhari tersebut diberikan atas ketenangan dan pelayanan Khadijah yang tidak pernah meratap atau menimbulkan kegaduhan.

Pengorbanan fisik yang sangat berat di masa pemboikotan membuat kesehatan Khadijah menurun hingga akhirnya beliau wafat di tahun kesepuluhan kenabian.

Wafatnya Khadijah meninggalkan duka mendalam bagi Rasulullah SAW hingga tahun tersebut diabadikan dalam sejarah sebagai `Amul Huzni atau Tahun Kesedihan.

Kisah pengorbanan Khadijah mengedukasi Umat Islam bahwa perjuangan menegakkan kebenaran membutuhkan pengorbanan totalitas antara harta, tenaga, dan kesetiaan jiwa.