Ilustrasi adab makan dan minum sesuai syariat
Terasmuslim.com - Makan menggunakan tangan kanan merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang amat ditekankan bagi seluruh umat Islam.
Anjuran ini bukan sekadar tradisi budaya, melainkan bentuk ketaatan atas bimbingan syariat yang dipenuhi hikmah kehidupan.
Rasulullah SAW memperingatkan bahwa tangan kiri adalah sarana yang digunakan oleh setan saat menikmati makanan dan minuman.
Peringatan tegas tersebut diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim nomor 2020 yang menekankan pentingnya membedakan diri dari perilaku setan.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 168, Allah SWT memerintahkan manusia untuk memakan makanan yang halal lagi baik di bumi.
Kebaikan suatu santapan tidak hanya bersumber dari jenis makanannya, melainkan juga dari tata cara menyantapnya sesuai petunjuk agama.
Penggunaan tangan kanan melambangkan kemuliaan, keberkahan, serta kehormatan dalam setiap aktivitas kebaikan seorang muslim.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW selalu mendahulukan anggota tubuh bagian kanan dalam setiap urusan yang baik.
Berdasarkan Hadits Riwayat Bukhari nomor 168, kebiasaan mendahulukan bagian kanan mencakup saat bersuci, menyisir rambut, hingga makan.
Dari sudut pandang spiritual, mengikuti anjuran ini menjadi sarana menanamkan rasa syukur atas nikmat rezeki yang diberikan Allah SWT.
Praktik mendahulukan tangan kanan juga mendidik seorang mukmin untuk senantiasa disiplin dan beradab di meja makan.
Secara medis dan kebiasaan, memisahkan fungsi tangan kanan untuk makan dan tangan kiri untuk bersuci menjaga kebersihan tubuh secara maksimal.
Langkah sederhana ini efektif mencegah kontaminasi kuman serta kotoran masuk ke dalam sistem pencernaan manusia.
Dengan mengamalkan adab ini, setiap suapan yang masuk ke dalam tubuh berpotensi mendatangkan pahala dan keberkahan berlipat ganda.
Semoga kita senantiasa dimudahkan untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam setiap sendi kehidupan sehari-hari.