• KEISLAMAN

Menghidupkan Kembali Sunnah Nabi yang Mulai Terlupakan

Yahya Sukamdani | Selasa, 28/07/2026
Menghidupkan Kembali Sunnah Nabi yang Mulai Terlupakan Ilustrasi melaksanakan sunnah Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Terasmuslim.com - Menghidupkan kembali ajaran Rasulullah SAW di tengah zaman yang serba cepat merupakan langkah nyata dalam menjaga kemurnian syariat Islam.

Banyak amalan harian yang diajarkan Rasulullah SAW kini mulai jarang dipraktikkan akibat pergeseran pola hidup masyarakat modern.

Padahal, orang yang berpegang teguh pada tuntunan Nabi SAW saat zaman mulai rusak akan mendapatkan kedudukan yang sangat istimewa.

Keutamaan ini diabadikan dalam hadis riwayat Tirmidzi, di mana Rasulullah SAW menjanjikan pahala setara seratus orang mati syahid bagi orang yang menghidupkan sunnahnya.

Selain itu, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 7 yang memerintahkan umat Islam untuk mengambil apa yang diberikan Rasul dan meninggalkan apa yang dilarangnya.

Salah satu sunnah sederhana yang sering terlewatkan adalah membaca doa saat masuk dan keluar kamar mandi sambil mendahulukan kaki yang sesuai.

Begitu pula dengan amalan bersiul atau bersiap tidur dalam keadaan berwudhu yang memiliki keutamaan besar bagi perlindungan seorang hamba sepanjang malam.

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidur dengan posisi miring ke kanan setelah bersuci.

Sunnah makan dan minum sambil duduk serta menggunakan tangan kanan juga kerap terabaikan di tengah tren gaya hidup makan berdiri (standing party).

Rasulullah SAW juga sangat menyoroti pentingnya menyebarkan salam kepada sesama Muslim, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal.

Dalam Surah An-Nisa ayat 86, Allah SWT memerintahkan agar setiap penghormatan atau salam dibalas dengan salam yang lebih baik atau setara.

Mengibaskan tempat tidur sebelum dibaringi juga merupakan sunnah kecil yang terbukti memberikan dampak kebersihan dan kesehatan fisik.

Menjaga shalat sunnah Dhuha dan shalat Rawatib merupakan langkah efektif untuk menambal kekurangan pada kualitas shalat fardhu kita.

Menghidupkan sunnah bukan sekadar menjalankan tradisi, melainkan wujud nyata rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW.

Semoga Allah SWT melimpahkan taufik-Nya agar kita senantiasa istiqamah dalam mempraktikkan serta menyebarkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW setiap hari.