Ilustrasi pasangan berbusana muslim
Terasmuslim.com - Berpakaian dalam Islam bukan sekadar kebutuhan fisik untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin semata.
Islam memandang pakaian sebagai sarana ibadah, penutup aurat, serta simbol kehormatan bagi seorang Muslim.
Oleh karena itu, setiap pemeluk agama Islam hendaknya memperhatikan adab-adab berpakaian sesuai petunjuk syariat.
Fungsi utama pakaian telah dijelaskan langsung oleh Allah SWT dalam firman-Nya pada Surah Al-A`raf ayat 26.
Dalam ayat tersebut, Allah SWT menegaskan bahwa Pakaian Taqwa adalah sebaik-baik penutup tubuh dan perhiasan manusia.
Adab pertama yang paling mendasar dalam berpakaian adalah memastikan bahwa pakaian tersebut menutup aurat secara sempurna.
Pakaian yang dikenakan tidak boleh tipis, transparan, atau ketat hingga membentuk lekuk tubuh penggunanya.
Selain itu, Islam juga mengajarkan untuk senantiasa mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan saat mengenakan pakaian.
Rasulullah SAW selalu meneladankan kebiasaan mendahulukan bagian kanan dalam setiap kebaikan, termasuk dalam memakai pakaian.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang kebiasaan Rasulullah SAW yang menyukai bagian kanan.
Adab berikutnya adalah membaca doa sebelum dan sesudah mengenakan pakaian sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Bagi kaum pria, terdapat larangan khusus untuk menggunakan pakaian berbahan sutra dan perhiasan emas.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa “Emas dan sutra dihalalkan bagi kaum wanita dari umatku dan diharamkan bagi kaum prianya.”
Seorang Muslim juga dilarang memakai pakaian secara berlebihan atau bertujuan untuk memamerkan kesombongan di hadapan manusia.
Dengan menjaga adab-adab berpakaian ini, kita tidak hanya tampil rapi melainkan juga meraih pahala dan keridaan Allah SWT.