Ilustrasi foto muhasabah diri
Terasmuslim.com - Menyadari kekurangan atau sifat buruk dalam diri sendiri merupakan sebuah titik balik yang sangat berharga bagi seorang Muslim.
Namun, menyadari kesalahan saja tidak pernah cukup jika tidak diiringi dengan ikhtiar nyata untuk merubahnya.
Sering kali seseorang justru berlindung di balik kalimat pemakluman dan menuntut orang lain untuk menerima kekurangannya apa adanya.
Sikap membiarkan keburukan diri tanpa mau berusaha memperbaikinya adalah bentuk kelalaian yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Allah SWT secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk aktif bertobat dan memperbaiki diri sebagaimana firman-Nya dalam Surah At-Tahrim ayat 8 tentang perintah bertobat dengan tobat yang semurni-murninya (taubatan nasuha).
Perubahan menuju kebaikan membutuhkan tekad kuat karena Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, sesuai Surah Ar-Ra`d ayat 11.
Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya menyegera proses perbaikan diri melalui sabdanya dalam hadis riwayat Tirmidzi, “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan pergatullah manusia dengan akhlak yang baik.”
Meminta orang lain selalu memaklumi sifat buruk kita hanya akan menumbuhkan sifat sombong dan enggan menerima kebenaran.
Padahal, Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis riwayat Muslim bahwa "Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."
Seorang ahli ibadah yang sejati justru akan senantiasa sibuk melihat cacat fisiknya maupun akhlaknya sendiri ketimbang sibuk menuntut orang lain.
Proses memperbaiki akhlak tercela (akhlak mazmumah) menjadi akhlak terpuji (akhlak mahmudah) adalah bagian dari perjuangan atau jihadul nafs yang amat mulia.
Setiap usaha kecil dalam menahan amarah, menjaga lisan, dan mengikis ego akan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.
Islam tidak menuntut kita menjadi hamba yang sempurna tanpa dosa, melainkan hamba yang mau terus belajar dan berbenah.
Dengan gigih memperbaiki diri, kita tidak hanya memuliakan diri sendiri tetapi juga menciptakan kedamaian bagi lingkungan sekitar.
Mari buang jauh-jauh ego untuk dimaklumi, lalu mulailah melangkah melatih diri menjadi pribadi yang lebih berakhlakul karimah.