Ilustrasi foto pasangan dalam rumah tangga
Terasmuslim.com - Setiap manusia tentu mendambakan sosok pasangan hidup yang sempurna dan sesuai dengan segala angan-angannya.
Namun, realita pernikahan kerap menghadirkan dinamika yang tak selalu sejalan dengan ekspektasi awal kita.
Ketika kekecewaan mulai hadir, refleks pertama sebagian orang adalah menyalahkan keadaan atau kekurangan pasangannya.
Padahal, Islam mengajarkan setiap Muslim untuk senantiasa mengedepankan introspeksi diri atau muhasabah dalam menghadapi setiap persoalan hidup.
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya mawas diri melalui hadis riwayat Tirmidzi, “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”
Sering kali apa yang kita keluhkan dari pasangan sebenarnya merupakan cerminan dari kualitas dan ikhtiar diri kita sendiri.
Allah SWT telah menegaskan prinsip cerminan jodoh ini secara gamblang dalam Surah An-Nur ayat 26, yang menyatakan bahwa wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula.
Ayat tersebut menjadi peringatan halus agar kita berfokus memantaskan diri terlebih dahulu sebelum menuntut kesempurnaan dari orang lain.
Pernikahan bukanlah medan untuk saling menuntut, melainkan ruang beramal untuk saling melengkapi dan menutupi kekurangan.
Allah SWT juga mengingatkan dalam Surah Ar-Rum ayat 21 bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan ketenangan (sakinah), rasa cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah).
Ketenangan dalam rumah tangga tersebut hanya bisa terwujud jika kedua belah pihak saling menurunkan ego dan memperbanyak sabar.
Melihat kekurangan pasangan dengan kacamata kasih sayang akan membantu kita menyadari bahwa kita pun memiliki banyak cela yang ditutupi oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Muslim, “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah; jika ia tidak menyukai satu perangainya, tentu ia menyukai perangainya yang lain.”
Mengubah sudut pandang dari menuntut menjadi bersyukur adalah kunci utama untuk meraih keberkahan dan kebahagiaan dalam pernikahan.
Mari jadikan setiap ujian bersama pasangan sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas iman kita.