Ilustrasi Perempuan berpengaruh (Foto: Islam Ramah)
Terasmuslim.com -Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu `anha lahir dari keluarga bangsawan Quraisy yang sangat disegani dan dididik dengan akhlak mulia sejak kecil.
Di masa Jahiliyah, keagungan akhlak serta keteguhannya dalam menjaga kehormatan diri membuat masyarakat Makkah menjulukinya sebagai Ath-Thahirah atau wanita suci.
Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, beliau telah dikenal sebagai saudagar kaya raya yang amat sukses dan mandiri dalam mengelola bisnis perdagangan.
Ketertarikan Khadijah kepada Rasulullah SAW bermula dari kejujuran, keluhuran budi, serta integritas moral yang ditunjukkan Nabi saat menjalankan barang dagangannya.
Pernikahan harmonis mereka menjadi pasangan teladan yang dibangun atas dasar cinta, penghormatan, dan komitmen tauhid yang sangat kokoh.
Ketika wahyu pertama turun di Gua Hira (QS. Al-`Alaq: 1-5), Khadijah menjadi orang pertama yang menenangkan kegelisahan dan mendekap Rasulullah SAW dengan penuh rasa aman.
Secara tegas dan tanpa keraguan, Khadijah menjadi manusia pertama yang beriman kepada Allah dan membenarkan risalah kenabian yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Pengorbanan Khadijah luar biasa karena beliau menyertakan seluruh harta, kedudukan, dan jiwanya untuk membiayai perjuangan dakwah Islam pada masa awal yang berat.
Sikap dermawan Khadijah yang menginfakkan kekayaannya demi jalan Allah tercermin dalam keutamaan firman-Nya pada Surah Ad-Dhuha ayat 8.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa Khadijah adalah sosok tempat berlabuh yang selalu mempercayainya di saat seluruh manusia menolak dan memusuhinya.
Kemuliaan Khadijah begitu terpuji hingga Allah SWT berkirim salam khusus kepadanya melalui perantara Malaikat Jibril `alaihis salam.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa wanita terbaik di dunia pada masanya adalah Maryam binti `Imran dan Khadijah binti Khuwailid.
Atas ketulusan dan ketenangannya yang tidak pernah merepotkan suami, Allah SWT menjanjikan sebuah istana di surga dari mutiara yang tenang tanpa kegaduhan.
Rasa cinta Nabi Muhammad SAW kepada Khadijah tetap abadi bahkan setelah beliau wafat, hingga membuat istri-istri Nabi yang lain merasa cemburu atas kenangan indahnya.
Perjalanan hidup Sayyidah Khadijah memberikan edukasi mendalam bagi umat Islam bahwa kejayaan harta dan kedudukan tertinggi adalah yang dipersembahkan sepenuhnya untuk keridaan Allah SWT.tuk keridaan Allah SWT.