Ilustrasi foto wanita berilmu
Terasmuslim.com - Shafiyyah binti Huyayy radhiyallahu `anha merupakan putri dari pimpinan Yahudi Bani Nadhir yang memiliki garis keturunan langsung dari Nabi Harun `alaihis salam.
Perjalanan hidup Shafiyyah dipenuhi ujian amat berat sewaktu benteng Khaibar jatuh dan beliau kehilangan seluruh anggota keluarga utamanya dalam pertempuran.
Di tengah situasi kelam tersebut, Rasulullah SAW hadir memberikan perlindungan moral dengan membebaskan Shafiyyah serta meminangnya secara terhormat.
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Shafiyyah menjadi simbol pemuliaan martabat sekaligus penawar duka atas ujian hidup yang menimpa dirinya.
Keputusan Nabi membebaskan dan memuliakan kedudukan Shafiyyah selaras dengan prinsip kasih sayang Islam sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Anbiya ayat 107.
Pernikahan agung tersebut menempatkan Shafiyyah dalam jajaran mulia Ummul Mukminin yang wajib dihormati oleh seluruh umat Islam.
Saat berhadapan dengan cemoohan terkait asal-usul keturunannya, Rasulullah SAW membela Shafiyyah dengan mengajarkannya cara menjawab yang penuh kebanggaan iman.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Tirmidzi agar Shafiyyah menegaskan bahwa suaminya adalah Muhammad, ayahnya Nabi Harun, dan pamannya adalah Nabi Musa.
Pembelaan tegas dari Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi bukti keadilan Islam yang menghapuskan segala bentuk diskriminasi nasab dan kesukuan.
Prinsip kemuliaan manusia berdasarkan ketakwaan dan bukan garis keturunan diabadikan secara sempurna oleh Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 13.
Shafiyyah membuktikan kesetiaan dan kejujuran imannya sewaktu Rasulullah SAW terbaring sakit menjelang wafatnya beliau.
Di hadapan para istri Nabi lainnya, Shafiyyah bertutur dengan tulus bahwa dirinya rela menggantikan rasa sakit yang sedang diderita oleh Rasulullah SAW.
Kejujuran dan ketulusan hati Shafiyyah tersebut dipuji langsung oleh Nabi Muhammad SAW dalam riwayat Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Al-Ishabah.
Sepeninggal Rasulullah SAW, Shafiyyah mengarungi sisa hidupnya dengan menekuni ibadah, bersedekah, serta menjaga tali silaturahmi dengan kerabatnya.
Kisah perjalanan hidup Sayyidah Shafiyyah binti Huyayy memberikan edukasi mendalam bahwa keteguhan iman dan ketulusan hati mampu mengubah ujian hidup terberat menjadi kemuliaan yang abadi.