• KEISLAMAN

Begini Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama

M. Habib Saifullah | Jum'at, 28/08/2026
Begini Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama Bendera Nahdlatul Ulama (Foto: NU Jepara)

Terasmuslim.com - Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) resmi menggelar Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Rangkaian agenda berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026.

Namun tahukah kamu bagaimana sejarah berdirinya organisasi NU? Simak Ulasannya berikut.

Nahdlatul Ulama atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai `Kebangkitan Ulama` merupakan salah satu organisasi dengan jumlah anggota terbesar di dunia.

Ogranisasi NU berdiri pada 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 Hijriah oleh para ulama untuk mempertahankan praktik-praktik Islam tradisional (sesuai dengan mazhab Syafi`i).

Pandangan agama NU dianggap "tradisionalis" karena menerima tradisi budaya lokal yang tidak bertentangan dengan hukum Islam (berbeda dengan kelompok fundamentalis Islam).

Melansir laman NU Online, para ulama pesantren Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) mendirikan jam`iyah atau organisasi NU di kediaman KH Abdul Wahab Chasbullah di Kertopaten.

Sebelumnya, KH Wahab Chasbullah juga pernah telah mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air pada 1916.

Kemudian ia juga mendirikan Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar pada 1918. Kemudian pada tahun 1914 didirikanlah kelompok diskusi Tashwirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran yang juga disebut sebagai Nahdlatul Fikr atau kebangkitan pemikiran.

Pada saat mendirikan NU, para kiai juga mendiskusikan nama organisasi yang akan digunakan. Serupa dengan nama kelompok sebelumnya, tersebutlah usulan nama Nuhudlul Ulama yang berarti kebangkitan ulama.

Namun, KH Mas Alwi Abdul Aziz kemudian mengusulkan nama Nahdlatul Ulama. Alasannya, konsekuensi penggunaan kata nahdlatul adalah kebangkitan yang telah terangkai sejak berabad-abad lalu.

Hal ini mengingat bahwa Nahdlatul Ulama bukanlah hasil yang tiba-tiba mengingat ulama Aswaja memiliki sanad keilmuan dan perjuangan sama dengan ulama-ulama sebelumnya.

Hal inilah yang kemudian membuat organisasi NU sebagai kelanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya, dengan cakupan dan segmen yang lebih luas.

Adapun beberapa tokoh terlibat dalam pendirian organisasi NU antara lain:

1. KH Hasyim Asy’ari Tebuireng (Jombang, Jawa Timur)

2. KH Abdul Wahab Chasbullah (Tambakberas, Jombang, Jawa Timur)

3. KH Bishri Syansuri (Jombang, Jawa Timur)

4. KH Asnawi (Kudus, Jawa Tengah)

5. KH Nawawi (Pasuruan, Jawa Timur)

6. KH Ridwan (Semarang, Jawa Tengah)

7. KH Maksum (Lasem, Jawa Tengah)

8. KH Nahrawi (Malang, Jawa Tengah)

9. H. Ndoro Munthaha (Menantu KH Khalil) (Bangkalan, Madura)

10. KH Abdul Hamid Faqih (Sedayu, Gresik, Jawa Timur)

11. KH Abdul Halim Leuwimunding (Cirebon, Jawa Barat)

12. KH Ridwan Abdullah (Jawa Timur)

13. KH Mas Alwi (Jawa Timur)

14. KH Abdullah Ubaid dari (Surabaya, Jawa Timur)

15. Syekh Ahmad Ghana’im Al Misri (Mesir)