• KEISLAMAN

Jenis Dosa Kepada Sesama Makhluk dalam Pandangan Islam

Yahya Sukamdani | Rabu, 09/09/2026
Jenis Dosa Kepada Sesama Makhluk dalam Pandangan Islam Ilustrasi foto memberi makan hewan di jalan

Terasmuslim.com - Dosa kepada sesama makhluk merupakan pelanggaran syariat yang tidak hanya merusak hubungan sosial tetapi juga memberatkan pertanggungjawaban akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta`ala menetapkan bahwa kesalahan antarmanusia tidak akan diampuni sebelum pihak yang dirugikan memberikan maafnya secara tulus.

Perbuatan zalim seperti menganiaya fisik dan menyakiti sesama merupakan dosa besar yang diharamkan secara mutlak dalam ajaran Islam.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda dalam Hadis Riwayat Muslim bahwa Allah melarang kezaliman atas hamba-hamba-Nya dan mengharamkannya antarsosial.

Memakan harta orang lain secara batil melalui cara mencuri, korupsi, maupun penipuan menjadi bentuk pelanggaran hak sesama yang amat berat.

Allah Subhanahu wa Ta`ala melarang perbuatan haram ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 188 tentang larangan memakan harta sesama secara batil.

Perbuatan menggunjing atau ghibah juga termasuk dosa besar yang sering kali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat Muslim saat ini.

Dalam Surah Al-Hujurat ayat 12, Allah mengumpamakan perbuatan ghibah seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal dunia.

Tindakan adu domba atau namimah turut menjadi penyebar fitnah yang merusak tali persaudaraan serta menghalangi pelakunya masuk ke dalam surga.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam menegaskan dalam Hadis Riwayat Bukhari bahwa pelaku adu domba tidak akan pernah memasuki surga.

Selain kepada manusia, berbuat aniaya dan menyiksa hewan secara zalim juga termasuk ke dalam dosa kepada sesama ciptaan Allah.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam diriwayatkan dalam Hadis Riwayat Bukhari menceritakan seorang wanita yang masuk neraka akibat mengurung kucing hingga mati.

Dosa kepada sesama makhluk dapat menyebabkan seseorang menjadi bangkrut atau muflis pada hari kiamat karena pahalanya tergerus habis.

Pahala kebaikan pelaku kezaliman akan diambil untuk membayari ganti rugi atas seluruh korban yang pernah disakitinya semasa hidup di dunia.

Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya segera bertaubat serta meminta maaf secara langsung kepada sesama sebelum ajal menjemput.