• KEISLAMAN

Penyebab Seorang Muslim Mudah Ikut Arus Tanpa Prinsip

Yahya Sukamdani | Minggu, 26/07/2026
Penyebab Seorang Muslim Mudah Ikut Arus Tanpa Prinsip Ilustrasi foto hukum manusia vs hukum Islam

Terasmuslim.com - Di era modern ini, tidak sedikit orang yang mudah sekali terbawa oleh tren dan pandangan hidup masyarakat sekitar.

Kecenderungan untuk sekadar mengekor tanpa pertimbangan akal sehat dan prinsip keagamaan dalam Islam dikenal dengan istilah imma`ah.

Fenomena mudah ikut arus ini umumnya dipicu oleh tipisnya fondasi ilmu serta lemahnya pendirian dalam beragama.

Banyak orang rela mengorbankan nilai-nilai kebenaran demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan dari kelompoknya.

Padahal, Islam sangat melarang umatnya menjadi pribadi yang tidak memiliki pendirian teguh dalam memegang prinsip.

Rasulullah SAW secara khusus telah mengingatkan bahaya sikap mengekor ini dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi.

Dalam hadist tersebut Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian menjadi `imma`ah` (orang yang ikut-ikutan), dengan mengatakan: `Jika orang-orang berbuat baik kami pun berbuat baik, dan jika mereka zalim kami pun berbuat zalim`."

Beliau menuntun kita untuk menetapkan hati agar tetap berbuat baik meskipun orang-orang di sekitar kita melakukan keburukan.

Allah SWT juga telah mengingatkan agar kita tidak mengekor mayoritas jika mereka melenceng dari kebenaran.

Dalam Surah Al-An`am ayat 116, Allah berfirman, "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah."

Ayat ini menegaskan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh seberapa banyak jumlah orang yang mengikutinya.

Pengaruh pergaulan dan media sosial menjadi faktor terbesar yang membentuk perilaku ikut-ikutan pada masa kini.

Oleh sebab itu, membentengi diri dengan ilmu syar`i dan lingkungan yang saleh adalah kunci utama agar tidak terombang-ambing.

Seorang muslim yang cerdas harus memiliki kebiasaan menyaring setiap informasi dan budaya baru sebelum mengikutinya.

Mari kita kokohkan ketakwaan agar tetap teguh berdiri menyuarakan kebenaran meskipun harus berjalan melawan arus.