• KEISLAMAN

Doa Naik Kendaraan Sesuai Sunnah Agar Selamat Perjalanan

Yahya Sukamdani | Sabtu, 25/07/2026
Doa Naik Kendaraan Sesuai Sunnah Agar Selamat Perjalanan Ilustrasi foto berdoa ketika safar

Terasmuslim.com - Mobilitas harian umat Islam di era modern sangat erat kaitannya dengan penggunaan berbagai jenis alat transportasi.

Dalam setiap perjalanan yang kita lakukan, potensi bahaya selalu ada sehingga perlindungan dari Sang Pencipta mutlak diperlukan.

Agama Islam yang sempurna telah mengajarkan adab-adab safar, termasuk membaca doa khusus ketika mulai menaiki kendaraan.

Mengamalkan doa berkendara bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan wujud nyata kebergantungan seorang hamba kepada perlindungan Allah SWT.

Al-Qur`an secara eksplisit mengabadikan lafaz doa menaiki kendaraan yang patut kita jadikan pedoman utama saat bepergian.

Anjuran mulia tersebut termaktub dalam Surah Az-Zukhruf ayat 13 yang mengingatkan kita akan kebesaran Allah dalam menundukkan sarana transportasi.

Ayat tersebut berbunyi: "Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya."

Selain firman Allah, Rasulullah SAW juga mencontohkan doa yang lebih komprehensif ketika beliau bersiap memulai sebuah perjalanan jauh.

Dalam hadist sahih riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW selalu bertakbir tiga kali sesaat setelah duduk di atas kendaraan tunggangannya.

Beliau kemudian menyambung bacaan Surah Az-Zukhruf tadi dengan untaian doa memohon kebaikan, ketakwaan, serta amal yang diridhai selama safar.

Rasulullah SAW juga secara khusus berdoa memohon kemudahan agar jarak perjalanan yang terasa jauh dan melelahkan dapat segera didekatkan.

Beliau menyempurnakan doanya dengan meminta perlindungan dari segala kesulitan perjalanan, kesedihan, dan keburukan saat kembali kepada keluarga dan harta.

Mengucapkan doa-doa sunnah ini memastikan hati seorang mukmin senantiasa tertaut kepada Allah meskipun raganya sedang sibuk melintasi wilayah.

Setiap Muslim hendaknya membiasakan diri melafalkan rangkaian doa tersebut sesaat setelah duduk sempurna di dalam kendaraan sebelum mulai bergerak.

Dengan demikian, setiap putaran roda perjalanan kita tidak hanya memfasilitasi mobilitas duniawi, tetapi juga mendatangkan pahala serta jaminan keselamatan Ilahi.