Ilustrasi foto iri dengki dari medsos
Terasmuslim.com - Penyakit iri dan dengki atau yang dikenal dengan istilah hasad merupakan salah satu penyakit hati yang paling membahayakan jiwa seorang Muslim.
Sifat ini muncul ketika seseorang merasa tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat serta berharap nikmat tersebut hilang dari pemiliknya.
Tanpa disadari, perasaan iri dengki yang dipelihara secara terus-menerus mampu mengikis dan menghancurkan seluruh cadangan pahala amalan kita.
Ancaman kehancuran pahala akibat sifat dengki ini ditegaskan secara langsung oleh Rasulullah SAW dalam ajaran beliau.
Dalam hadist riwayat Abu Dawud, Nabi SAW bersabda: "Jauhilah olehmu sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."
Ibarat api yang melahap habis kayu kering, pahala shalat, sedekah, dan puasa yang dikumpulkan bertahun-tahun bisa hangus seketika oleh rasa dengki.
Secara teologis, sikap hasad sama saja dengan menentang ketetapan dan pembagian rezeki yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
Allah SWT memperingatkan manusia agar tidak iri terhadap karunia yang diberikan-Nya kepada sebagian orang atas sebagian yang lain.
Peringatan tersebut tercantum dalam Surah An-Nisa ayat 32 yang melarang kita bersikap iri terhadap kelebihan yang Allah limpahkan kepada orang lain.
Bahkan, Al-Qur`an mengajarkan umat Islam untuk senantiasa memohon perlindungan dari kejahatan orang-orang yang bersikap dengki.
Hal ini termaktub dalam Surah Al-Falaq ayat 5 yang berbunyi: "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
Secara psikologis, penyakit hati ini tidak hanya merugikan spiritualitas, tetapi juga merenggut ketenangan batin dan kedamaian hidup pelakunya.
Orang yang memelihara sifat hasad akan selalu merasa gelisah dan menderita setiap kali melihat keberhasilan atau kebahagiaan sesamanya.
Untuk menyembuhkan penyakit ini, seorang hamba harus melatih diri untuk bersyukur atas segala takdir dan meredam keangkuhan diri.
Menjaga kebersihan hati dari iri dengki adalah kunci utama meraih manisnya iman, ketenangan jiwa, serta keselamatan abadi di akhirat.