• KEISLAMAN

Hukum Wudhu Pakai Lip Tint Berwarna, Sahkah Shalatnya?

Yahya Sukamdani | Sabtu, 25/07/2026
Hukum Wudhu Pakai Lip Tint Berwarna, Sahkah Shalatnya? Ilustrasi membersihkan make up di wajah

Terasmuslim.com - Penggunaan kosmetik seperti lip tint kini telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak Muslimah modern.

Namun, muncul pertanyaan penting mengenai keabsahan wudhu ketika bibir masih membekas warna dari produk tersebut.

Dalam ajaran Islam, salah satu syarat sah wudhu adalah membasuh anggota tubuh wajib tanpa ada penghalang air ke kulit.

Kewajiban membasuh wajah, termasuk area luar bibir, secara tegas diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an.

Hal ini tercantum dalam Surah Al-Ma`idah ayat 6 yang berbunyi: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu."

Rasulullah SAW juga sangat menekankan pentingnya meratakan air wudhu ke seluruh permukaan kulit yang wajib dibasuh.

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda: "Celakalah tumit-tumit itu dari siksa api neraka," sebagai peringatan atas bagian tubuh yang tidak terkena air.

Para ulama fiqih kemudian membagi sisa bahan kosmetik pada kulit menjadi dua kategori, yaitu wujud benda (`ain) dan sekadar warna (atsar).

Jika lip tint membentuk lapisan fisik tebal yang menghalangi air menyentuh kulit bibir, maka wudhu tersebut hukumnya tidak sah.

Kosmetik yang bersifat kedap air atau waterproof wajib dibersihkan terlebih dahulu sebelum seorang Muslimah mengambil air wudhu.

Sebaliknya, jika lip tint sudah menyerap dan hanya menyisakan bekas warna tanpa merintangi sampainya air, maka wudhu tetap sah.

Kaidah fiqih menyebutkan bahwa warna (atsar) yang sulit dihilangkan atau meresap tidak merusak keabsahan bersuci seseorang.

Analogi ini serupa dengan penggunaan pacar atau henna yang warnanya meresap ke kulit namun air tetap bisa membasahi permukaan kulit secara sempurna.

Oleh karena itu, Muslimah diimbau untuk selalu memastikan produk bibir yang digunakan tidak melapisi kulit secara kedap air.

Memahami detail fiqih bersuci ini menjadi kunci agar ibadah salat kita senantiasa diterima di sisi Allah SWT.