Ilustrasi foto belajar syariat Islam
Terasmuslim.com - Menjaga kemurnian syariat adalah kewajiban setiap Muslim agar amal ibadah yang dilakukan tidak sia-sia di hadapan Allah SWT.
Secara istilah, bidah merupakan segala perkara baru dalam urusan agama yang tidak memiliki dasar hukum dari Al-Qur`an maupun As-Sunnah.
Rasulullah SAW telah memberikan peringatan keras melalui hadits sahih bahwa setiap perkara baru dalam agama adalah bidah yang menyesatkan.
Prinsip utama dalam beribadah adalah mengikuti petunjuk wahyu, sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab: 21 tentang teladan pada diri Rasulullah.
Cara pertama untuk mengetahui bidah adalah dengan memahami bahwa urusan ibadah bersifat tauqifiyah atau harus berdasarkan dalil yang jelas.
Jika suatu amalan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi maupun para sahabatnya, maka kita patut waspada terhadap potensi bidah di dalamnya.
Setiap Muslim wajib mempelajari ilmu agama dari sumber yang otoritatif agar bisa membedakan mana sunnah dan mana kreasi manusia.
Ciri khas bidah biasanya muncul dalam bentuk penambahan tata cara, penentuan waktu, atau jumlah hitungan ibadah yang tidak ada asalnya.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa melakukan amal yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak" (HR. Muslim).
Dampak buruk dari bidah adalah dapat melenyapkan sunnah yang asli, karena cahaya kebenaran akan tertutup oleh debu-debu karangan manusia.
Penting untuk memahami kaidah fikih bahwa dalam urusan dunia hukum asalnya boleh, namun dalam urusan ibadah hukum asalnya terlarang kecuali ada dalil.
Menjauhi bidah bukan berarti menutup diri dari kemajuan teknologi, karena teknologi masuk dalam ranah urusan duniawi yang diizinkan.
Umat Islam diminta untuk tetap berpegang teguh pada jamaah dan bimbingan para ulama salaf yang lurus dalam memahami teks-teks syariat.
Allah SWT telah menyempurnakan agama ini melalui lisan Nabi-Nya, sehingga tidak perlu lagi ada tambahan yang dianggap sebagai pelengkap.
Mari kita bersihkan niat dan cara beribadah kita agar senantiasa selaras dengan tuntunan Nabi demi meraih rida Ilahi.