Ilustrasi pemuda hijrah (Foto; detik)
Terasmuslim.com - Banyak orang mengira bahwa keputusan untuk berhijrah dan mendekat kepada Allah SWT akan langsung mengubah hidup menjadi serba mudah dan mulus.
Namun, kisah nyata seorang pemuda bernama siber yang kehilangan pekerjaan dan dikucilkan teman-temannya setelah mulai rajin ke masjid membuktikan hal sebaliknya.
Ujian bertubi-tubi yang dialaminya sempat memicu pertanyaan besar di dalam hati, mengapa kesulitan justru datang saat dirinya berusaha menjauhi maksiat.
Fenomena ini sebenarnya adalah sunnatullah yang telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Ankabut ayat 2 yang berbunyi, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: `Kami telah beriman`, sedang mereka tidak diuji lagi?"
Melalui ayat tersebut, Allah SWT menegaskan bahwa ujian adalah media penyaringan mutlak untuk memisahkan antara keimanan yang jujur dan keimanan yang palsu.
Rasulullah SAW juga menguatkan realitas ini melalui sabdanya, "Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian, dan jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka." (HR. Tirmidzi).
Dalam perjalanannya, pemuda tersebut terus bertahan di atas sajadah malam meski tabungan menipis dan cibiran orang sekitar kian menyudutkan pilihannya.
Dia menyadari bahwa ujian saat mendekat kepada Allah bukanlah bentuk kemurkaan, melainkan bentuk tarbiyah atau pendidikan spiritual untuk menggugurkan dosa-dosa masa lalunya.
Nabi SAW pernah mengingatkan bahwa manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu yang sesudahnya sesuai kadar imannya.
Keteguhan hati dalam menghadapi badai ujian ini pada akhirnya akan menuntun seorang hamba pada tingkatan iman yang jauh lebih kokoh dan dewasa.
Setelah melewati masa-masa sulit penuh air mata, Allah SWT akhirnya membukakan pintu rezeki yang berkah dan mendatangkan lingkungan pertemanan baru yang mendukung takwanya.
Kisah nyata ini menjadi bukti hidup akan janji Allah dalam Surat At-Talaq ayat 2-3 bahwa barangsiapa bertakwa, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari arah tak terduga.
Setiap ujian yang datang setelah kita berhijrah sejatinya adalah cara Allah memantaskan diri kita untuk menerima rahmat dan surga-Nya yang mahal.
Oleh karena itu, bagi siapapun yang saat ini sedang merasa goyah dan babak belur dalam jalan hijrah, jangan pernah berpikir untuk berbalik arah ke masa lalu.
Tetaplah istiqamah memegang tali agama Allah, karena fajar kemudahan pasti akan terbit setelah kegelapan ujian berhasil kita lalui dengan kesabaran.