• KEISLAMAN

Allah Memberi Ujian Agar Kita Mengadu kepada-Nya: Hati yang Hancur Justru Paling Dicintai Allah

Yahya Sukamdani | Rabu, 31/12/2025
Allah Memberi Ujian Agar Kita Mengadu kepada-Nya: Hati yang Hancur Justru Paling Dicintai Allah Ilustrasi ujian terberat

Terasmuslim.com - Allah SWT memberikan ujian dalam hidup bukan semata-mata untuk menyulitkan hamba-Nya, tetapi agar manusia kembali mengadu, bergantung, dan merendahkan diri kepada-Nya. Al-Qur’an menegaskan, “Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu” (QS. Muhammad: 31). Ujian menjadi sarana penyucian hati, agar manusia sadar akan kelemahan dan keterbatasannya di hadapan Allah.

Dalam kondisi diuji, yang paling Allah cintai adalah hati yang hancur, yakni hati yang lembut, tunduk, dan penuh pengakuan akan ketidakmampuan diri. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian” (HR. Muslim). Hati yang merintih, merasa butuh, dan mengakui kefakirannya di hadapan Allah adalah hati yang hidup dan dekat dengan rahmat-Nya.

Karena itu, seorang mukmin hendaknya berhati-hati agar tidak menampakkan sikap sok kuat dan seolah-olah mampu menghadapi ujian tanpa Allah. Sikap merasa kuat justru bisa menjauhkan hati dari pertolongan-Nya. Allah SWT berfirman, “Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah” (QS. An-Nisa: 28). Mengakui kelemahan bukan tanda kegagalan iman, melainkan bukti kejujuran seorang hamba kepada Rabb-nya.

Islam justru mengajarkan agar seorang hamba merendah, memelas, dan menampakkan kebutuhan yang sangat kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala perkara” (HR. Bukhari dan Muslim). Rahmat Allah sangat dekat dengan hati yang tunduk, bahkan lebih dekat daripada dekatnya tangan dengan mulut saat menyuapkan makanan. Maka, di tengah ujian, jangan tahan tangis dan keluh kesah kepada Allah, karena di sanalah pintu rahmat dan pertolongan-Nya terbuka lebar.