Ilustrasi foto keras hati
Terasmuslim.com - Kesehatan hati merupakan inti dari seluruh aktivitas kehidupan seorang Muslim karena ia adalah tempat bersemayamnya iman dan niat.
Ulama menjelaskan bahwa salah satu tanda hati mulai menjauh adalah hilangnya rasa manis dan kenikmatan saat menjalankan ibadah wajib.
Kondisi ini sering kali dimulai dengan munculnya rasa malas yang amat berat untuk sekadar bangkit menunaikan shalat tepat waktu.
Hati yang sakit akan merasa asing dengan lantunan ayat suci Al-Qur`an dan lebih cenderung menikmati hiburan duniawi yang melalaikan.
Al-Qur`an memperingatkan tentang kondisi hati yang mengeras melebihi batu akibat terus-menerus mengabaikan peringatan-Nya.
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi..." (QS. Al-Baqarah: 74).
Tanda selanjutnya adalah hilangnya rasa takut terhadap dosa-dosa kecil yang perlahan menumpuk menjadi noda hitam penyumbat hidayah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seorang hamba berbuat dosa, maka akan tertoreh satu titik hitam di dalam lubuk hatinya.
"Sesungguhnya seorang mukmin jika berbuat dosa, maka akan ada titik hitam di hatinya..." (HR. Tirmidzi).
Kesibukan mengejar urusan dunia tanpa henti hingga melupakan persiapan bekal akhirat adalah indikasi nyata hati yang mulai berpaling.
Seseorang yang hatinya jauh dari Allah biasanya akan merasa gelisah yang tak berujung meskipun segala kebutuhan materinya telah tercukupi.
Ulama juga menyoroti hilangnya rasa empati terhadap penderitaan sesama sebagai dampak dari gersangnya spiritualitas di dalam jiwa.
Kurangnya frekuensi berzikir dan mengingat kematian membuat seseorang merasa akan hidup selamanya di dunia yang fana ini.
Nasihat-nasihat kebaikan yang disampaikan oleh orang shaleh hanya akan lewat begitu saja tanpa mampu menggerakkan perubahan perilaku.
Ketidakmampuan untuk menangis karena takut kepada Allah saat merenungi kesalahan diri adalah alarm keras bagi kesehatan iman kita.
Mari kita segera melakukan evaluasi diri (muhasabah) sebelum hati benar-benar terkunci mati dari cahaya kebenaran Ilahi.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati kita agar tetap istiqamah dalam ketaatan dan kecintaan kepada-Nya hingga akhir hayat.