Ilustrasi foto bermain social media
Terasmuslim.com - Fenomena mengunggah masalah domestik ke media sosial kini menjadi tren yang sangat mengkhawatirkan di tengah masyarakat modern.
Banyak orang menganggap ruang digital sebagai tempat pelampiasan emosi tanpa menyadari dampak jangka panjang bagi keutuhan keluarga.
Dalam pandangan Islam, menjaga rahasia dan aib rumah tangga adalah kewajiban yang sangat ditekankan bagi setiap pasangan.
Rumah tangga diibaratkan sebagai bangunan suci yang harus dijaga privasinya dari pandangan orang-orang yang tidak berkepentingan.
Allah SWT secara tegas menyebutkan dalam Al-Qur`an bahwa suami dan istri adalah pakaian bagi satu sama lain.
"...Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka..." (QS. Al-Baqarah: 187).
Fungsi pakaian adalah untuk menutupi kekurangan dan melindungi tubuh, begitu pula seharusnya pasangan menutupi aib pasangannya.
Curhat di media sosial seringkali terjebak dalam dosa ghibah yang sangat dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa orang yang paling buruk kedudukannya di hari kiamat adalah suami atau istri yang membeberkan rahasia pasangannya.
"Sesungguhnya termasuk manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi istrinya dan istri yang mendatangi suaminya, kemudian ia menyebarkan rahasianya." (HR. Muslim).
Mengumbar masalah di dunia maya hanya akan mengundang fitnah serta memperkeruh suasana karena campur tangan pihak ketiga yang tidak bijak.
Media sosial bukanlah hakim yang adil, melainkan panggung publik yang justru bisa menghancurkan reputasi keluarga dalam sekejap.
Jika menghadapi konflik yang berat, Islam menyarankan untuk mencari hakam atau penengah yang saleh dan terpercaya dari pihak keluarga.
Menceritakan masalah kepada ahli ilmu atau psikolog untuk mencari solusi hukumnya diperbolehkan selama tujuannya adalah perbaikan, bukan sekadar keluh kesah.
Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan sabar jauh lebih efektif daripada mencari simpati netizen yang seringkali semu.
Keberkahan sebuah rumah tangga terletak pada kemampuan pasangan dalam menjaga lisan dan kehormatan di bawah naungan syariat.
Mari kita bijak dalam bermedsos dan jadikan privasi keluarga sebagai amanah yang harus dijaga hingga ke liang lahat.