Ilustrasi wanita sukses
Terasmuslim.com - Ketika seorang pria memiliki kekayaan, banyak wanita tertarik karena melihat adanya kemampuan finansial dan kepemimpinan.
Kehadiran harta pada diri pria sering kali dipersepsikan sebagai jaminan perlindungan serta rasa aman dalam rumah tangga.
Namun situasi berbeda kerap terjadi ketika pihak wanita yang memiliki kekayaan melimpah.
Tidak sedikit pria justru memilih mundur dan enggan mendekati wanita yang mapan secara finansial.
Sikap mundur tersebut umumnya didasari kekhawatiran akan timbulnya rasa diremehkan atau dibanding-bandingkan di kemudian hari.
Banyak lelaki berusaha menjaga izzah dan martabatnya agar tidak masuk dalam hubungan yang berpotensi melukai harga diri.
Fenomena ini menjadi iktibar berharga bahwa harta melimpah bukanlah jaminan mutlak mudahnya mendapatkan jodoh.
Fondasi rumah tangga yang kokoh sejatinya tidak ditentukan oleh siapa yang memiliki kekayaan lebih dominan.
Keharmonisan pernikahan justru dibangun di atas pijakan akhlak, sifat tawadhu, serta rasa saling menghormati antarpasangan.
Seorang istri yang berharta tetap wajib memuliakan kedudukan suaminya sesuai dengan tuntunan syariat.
Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya." (HR. Tirmidzi).
Jika wanita mampu mengelola hartanya dengan rendah hati, kekayaan tersebut justru akan menjadi sumber keberkahan keluarga.
Sebaliknya, penilaian murni di hadapan Sang Pencipta sama sekali tidak didasarkan pada tingkat kemapanan materi seseorang.
Allah Ta`ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."
Mari senantiasa mengedepankan ketakwaan dan keutamaan akhlak di atas segala kemewahan duniawi saat memilih pasangan hidup.