• KEISLAMAN

Menyesal Menikah Karena Rupa, saat Agama dan Akhlak Baru Disadari Paling Utama

Yahya Sukamdani | Rabu, 17/12/2025
Menyesal Menikah Karena Rupa, saat Agama dan Akhlak Baru Disadari Paling Utama Ilustrasi wanita cantik (Foto: BincangMuslimah)

Terasmuslim.com - Banyak orang terjebak dalam memilih pasangan hidup hanya karena ketampanan atau kecantikan, tanpa mempertimbangkan agama dan akhlak. Padahal, Islam sejak awal telah memberi peringatan agar pernikahan dibangun di atas iman. Rasulullah ﷺ bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama, niscaya engkau beruntung” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa rupa hanyalah salah satu faktor, namun agama adalah penentu keberkahan rumah tangga.

Ketika pernikahan hanya berlandaskan fisik, sering kali muncul penyesalan saat menghadapi realitas kehidupan. Ketampanan dan kecantikan akan memudar, sementara akhlak buruk dan lemahnya iman justru semakin terasa dalam keseharian. Allah Ta‘ala mengingatkan, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal shalih yang kekal lebih baik di sisi Tuhanmu” (QS. Al-Kahfi: 46). Ayat ini mengajarkan bahwa yang bernilai abadi adalah kualitas iman dan amal, bukan penampilan lahiriah.

Islam juga menegaskan bahwa pasangan yang baik adalah mereka yang menjaga akhlak dan takut kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menjadi kaidah penting dalam memilih pasangan, karena akhlak yang baik akan melahirkan kasih sayang, kesabaran, dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

Kisah penyesalan karena salah memilih pasangan hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kaum muslimin. Allah berfirman, “Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa” (QS. Al-Hujurat: 13). Dengan menjadikan agama dan akhlak sebagai prioritas utama, pernikahan akan lebih berpeluang menghadirkan sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta terhindar dari penyesalan yang berkepanjangan.