• KEISLAMAN

Panduan Adab Bertamu Menurut Tuntunan Syariat Islam

Yahya Sukamdani | Jum'at, 04/09/2026
Panduan Adab Bertamu Menurut Tuntunan Syariat Islam Ilustrasi bertamu

Terasmuslim.com - Silaturahmi melalui kegiatan bertamu merupakan amalan mulia yang dapat mempererat tali persaudaraan sesama Muslim.

Namun, Islam telah mengatur tata cara dan etika bertamu agar tidak mengganggu kenyamanan pemilik rumah.

Langkah pertama yang wajib diperhatikan oleh seorang tamu adalah memilih waktu kunjung yang tepat dan pantas.

Sebelum memasuki kediaman seseorang, setiap tamu diwajibkan untuk mengucapkan salam dan meminta izin terlebih dahulu.

Allah Ta`ala berfirman dalam Surah An-Nur ayat 27, "Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya."

Permintaan izin untuk berkunjung hendaknya dilakukan maksimal sebanyak tiga kali ketukan atau panggilan.

Rasulullah SAW bersabda, "Minta izin itu tiga kali, jika diizinkan untukmu (masuklah) dan jika tidak, maka pulanglah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila pemilik rumah tidak memberikan izin atau meminta untuk kembali, kita harus berlapang dada dan menghormatinya.

Al-Qur`an menegaskan dalam Surah An-Nur ayat 28, "Dan jika dikatakan kepadamu `Kembalilah`, maka hendaklah kamu kembali, itu lebih suci bagimu."

Saat berdiri di depan pintu, hendaknya tamu tidak menghadap langsung ke arah dalam rumah demi menjaga privasi tuan rumah.

Posisi berdiri yang dianjurkan adalah membelakangi atau menyamping dari celah pintu untuk menjaga pandangan mata.

Ketika sudah berada di dalam rumah, duduklah pada tempat yang telah dipersilakan oleh sang pemilik rumah.

Seorang tamu juga disunahkan untuk segera menyantap hidangan yang disajikan sebagai bentuk menghormati tuan rumah.

Batasan waktu bertamu yang ideal menurut tuntunan Rasulullah SAW adalah selama tiga hari tiga malam.

Menerapkan adab-adab bertamu ini akan menjadikan jalinan silaturahmi senantiasa harmonis dan dinaungi rida Allah Ta`ala.