• KEISLAMAN

Inilah Adab-Adab Bertamu Menurut Islam Panduan Lengkap Berdasarkan Al-Qur`an dan Hadis

Yahya Sukamdani | Rabu, 10/12/2025
Inilah Adab-Adab Bertamu Menurut Islam Panduan Lengkap Berdasarkan Al-Qur`an dan Hadis Ilustrasi bertamu

Terasmuslim.com - Islam mengajarkan bahwa bertamu adalah bagian dari menjaga silaturahmi, namun harus dilakukan dengan adab yang benar agar tidak mengganggu tuan rumah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam QS. An-Nur: 27, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” Ayat ini menegaskan bahwa izin dan salam adalah adab dasar sebelum seorang muslim memasuki rumah orang lain. Tanpa adab ini, kunjungan justru bisa menjadi sumber ketidaknyamanan.

Rasulullah ﷺ juga memberikan panduan praktis tentang adab bertamu. Beliau mengajarkan agar tidak berdiri tepat di depan pintu ketika meminta izin, demi menjaga privasi tuan rumah (HR. Abu Dawud). Selain itu, tamu hendaknya mengetuk atau memanggil dengan lembut, tidak berlebihan, dan maksimal tiga kali. Jika tidak ada jawaban, tamu dianjurkan untuk pulang tanpa merasa tersinggung, sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nur: 28 bahwa jika diminta kembali, maka hendaknya kembali karena itu lebih suci bagi hati.

Adab lain yang penting adalah tidak memberatkan tuan rumah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seorang tamu memiliki hak dijamu selama tiga hari, dan lebih dari itu adalah sedekah dari tuan rumah (HR. Bukhari dan Muslim). Namun, tamu juga dianjurkan untuk tidak datang pada waktu yang tidak tepat, seperti saat tuan rumah sedang beristirahat atau sibuk. Bertamu dengan niat baik harus disertai sikap memahami kondisi dan tidak menuntut penyambutan berlebihan.

Selain itu, ketika berada di rumah orang lain, tamu harus menjaga pandangan, ucapan, dan etika duduk. Tamu tidak boleh melihat-lihat sudut rumah tanpa izin, tidak ikut campur urusan keluarga tuan rumah, dan hendaknya berbicara yang baik serta seperlunya. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa seorang muslim adalah yang tidak mengganggu orang lain dengan lisan maupun perbuatannya (HR. Bukhari). Dengan menjaga seluruh adab ini, bertamu menjadi ibadah yang membawa keberkahan bagi kedua belah pihak serta memperkuat hubungan sesama muslim.