Ilustrasi foto pamer berbuat baik
Terasmuslim.com - Menjaga konsistensi dalam beramal saleh merupakan perjuangan besar yang menuntut keikhlasan tinggi dari setiap Muslim.
Namun, mengumpulkan pahala saja tidak cukup jika kita tidak pandai menjaga amalan tersebut dari hal-hal yang bisa merusaknya.
Sering kali tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan kecil dalam keseharian yang justru berpotensi melebur seluruh pahala yang telah dipupuk.
Salah satu kebiasaan buruk yang paling sering menghancurkan pahala kebaikan adalah mengungkit-ungkit pemberian atau bantuan kepada orang lain.
Sikap merasa berjasa ini tidak hanya menyakiti hati penerima, tetapi juga langsung membatalkan nilai pahala di sisi Allah SWT.
Allah SWT mengingatkan dalam firman-Nya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti (perasaan penerima)." (QS. Al-Baqarah: 264).
Kebiasaan kecil berikutnya yang menjadi rontoknya amalan adalah memelihara rasa rasis, dengki, dan tidak senang atas kebahagiaan sesama.
Sifat hasad atau iri hati ini bekerja sangat cepat dalam mengikis habis pahala tanpa pernah disadari oleh pemiliknya.
Rasulullah SAW memberikan peringatan keras melalui sabdanya: "Jauhilah oleh kalian sifat hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud).
Selanjutnya, kebiasaan menceritakan amalan ibadah kepada orang lain agar mendapat pujian atau riya juga menjadi penyakit yang mematikan.
Niat yang semula suci demi Allah bisa bergeser seketika menjadi dosa syirik kecil yang menggugurkan keabsahan pahala ibadah tersebut.
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Riya`." (HR. Ahmad).
Selain itu, kebiasaan membicarakan aib orang lain atau ghibah di dalam obrolan santai juga menjadi pencuri pahala yang sangat nyata.
Melalui ghibah, pahala yang kita kumpulkan dengan susah payah justru akan ditransfer secara cuma-cuma kepada orang yang kita bicarakan.
Dalam hadis tentang orang yang bangkrut (muflis) di hari kiamat, Rasulullah menyebutkan salah satunya adalah orang yang datang membawa pahala shalat namun suka mencela dan memakan harta orang lain. (HR. Muslim).
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk selalu menjaga lisan, hati, dan niat dari hal-hal remeh yang merusak estetika ibadah.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati kita agar tetap ikhlas dan melindungi setiap amal saleh yang kita lakukan dari kelalaian.