Ilustrasi pasangan berbusana muslim
Terasmuslim.com - Meneladani kehidupan Rasulullah SAW dan para istrinya merupakan salah satu jalan utama untuk menggapai kemuliaan di sisi Allah SWT.
Di antara syariat yang diajarkan Islam adalah memelihara jenggot bagi kaum pria dan mengenakan hijab bagi kaum wanita.
Jenggot bukan sekadar penampilan fisik semata, melainkan sebuah kehormatan karena pernah menghiasi wajah mulia Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW secara tegas memerintahkan umatnya untuk merawat jenggot sebagaimana diriwayatkan dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
Dalam hadis tersebut, beliau bersabda untuk memotong kumis dan memelihara jenggot guna menyelisihi kaum Majusi.
Bagi seorang pria muslim, memelihara jenggot menjadi lambang ketaatan dan rasa bangga atas identitas keislamannya.
Sementara itu, hijab merupakan simbol kehormatan tertinggi bagi wanita muslimah yang mengikuti jejak Ummahatul Mu’minin.
Para istri Nabi SAW adalah teladan terbaik dalam menjaga kesucian diri dan kerapian berbusana sesuai tuntunan ilahi.
Allah SWT secara eksplisit memerintahkan kewajiban menutup aurat melalui firman-Nya dalam Al-Qur`an Surah Al-Ahzab ayat 59.
Dalam ayat tersebut, Allah meminta Nabi agar memerintahkan istri-istri, anak-anak perempuan, dan istri orang beriman untuk mengulurkan jilbabnya.
Perintah ini diturunkan agar para wanita muslimah lebih mudah dikenali dan tidak diganggu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, ketentuan menjaga pandangan dan perhiasan wanita juga ditegaskan kembali dalam Al-Qur`an Surah An-Nur ayat 31.
Menjalankan kedua sunnah dan kewajiban ini hendaknya didasari oleh rasa ikhlas serta niat murni mencari keridaan Allah SWT.
Di tengah arus modernisasi, mempertahankan identitas syariat ini menjadi wujud nyata dari keistiqamahan seorang hamba.
Kesimpulannya, memelihara jenggot dan mengenakan hijab adalah lambang kemuliaan yang menghubungkan seorang muslim dengan warisan luhur Rasulullah SAW.