• KEISLAMAN

Hukum Membaca Al-Qur`an Di Kuburan Menurut Syariat

Yahya Sukamdani | Rabu, 12/08/2026
Hukum Membaca Al-Qur`an Di Kuburan Menurut Syariat Ilustrasi foto membacakan Al quran di kuburan

Terasmuslim.com - Amalan membaca ayat-ayat suci Al-Qur`an saat melakukan ziarah kubur menjadi salah satu tradisi yang umum dijumpai di kalangan umat Islam.

Tujuan utama dari ziarah kubur dalam ajaran Islam adalah untuk mengingat kematian serta memberikan doa keselamatan bagi almarhum.

Pentingnya mengingat kehidupan akhirat melalui fenomena kematian ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah Ali `Imran ayat 185.

Dalam ayat tersebut Allah SWT berfirman, "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan sempurna balasanmu".

Terkait amalan di pemakaman, Rasulullah SAW secara eksplisit menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa ampunan dan salam bagi penghuni kubur.

Dalam hadits sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW mengajarkan doa ziarah kubur yang berisi permohonan keselamatan bagi orang-orang beriman yang telah wafat.

Mengenai hukum membaca Al-Qur`an secara spesifik di atas pemakaman, para ulama mazhab memiliki perbedaan pandangan yang cukup mendalam.

Ulama dari mazhab Syafi`i dan Hanbali membolehkan membaca Al-Qur`an di kuburan, bahkan menganggapnya sebagai amalan yang disukai (mustahab).

Pandangan ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Dawud yang berstatus dhaif, "Bacakanlah Surah Yasin kepada orang-orang yang meninggal di antara kamu".

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa pahala bacaan Al-Qur`an yang diiringi dengan doa dimohonkan kepada Allah akan sampai dan bermanfaat bagi mayit.

Sebaliknya, sebagian ulama lain seperti dari mazhab Maliki berpendapat bahwa membaca Al-Qur`an di kuburan hukumnya makruh karena tidak ada riwayat sahih dari Nabi SAW.

Kelompok ulama ini menekankan bahwa tuntunan utama Rasulullah SAW saat ziarah kubur adalah murni mendoakan, bukan menjadikan pemakaman sebagai tempat membaca Al-Qur`an.

Mereka merujuk pada hadits riwayat Muslim di mana Nabi SAW bersabda, "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah".

Meskipun terdapat silang pendapat ilmiah, umat Islam dianjurkan untuk tidak saling menyalahkan dan tetap mengedepankan ikhlas dalam mendoakan orang tua maupun kerabat.

Memahami keragaman pendapat fikih ini membantu kita beribadah secara arif, bernilai edukasi, serta menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.