Ilustrasi foto shalat fardhu berjamaah
Terasmuslim.com - Shalat merupakan ibadah mahdhah yang tata caranya telah diatur secara terperinci oleh Rasulullah SAW.
Dalam fikih Islam, shalat sunnah terbagi menjadi dua kategori utama, yakni yang disyariatkan secara berjamaah dan yang disyariatkan secara munfarid atau sendiri.
Contoh shalat sunnah yang disyariatkan secara berjamaah antara lain shalat Dua Hari Raya, shalat Gerhana, shalat Istisqa, dan shalat Tarawih.
Adapun shalat sunnah yang tidak pernah disyariatkan atau dicontohkan secara khusus untuk dilakukan secara berjamaah terus-menerus adalah shalat Dhuha, Rawatib, Tahiyyatul Masjid, dan Hajat.
Setiap ibadah pada dasarnya bersifat terlarang sampai ada dalil shahih yang memerintahkan atau mencontohkannya.
Prinsip dasar ini selaras dengan kaidah fikih populer yang berbunyi, al-ashlu fil ibadati al-hramu hatta yadulla ad-dalilu `ala al-amri.
Allah SWT melarang umat Islam berbuat melampaui batas dalam agama sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Ma`idah ayat 77: "Janganlah kamu melampaui batas dengan cara yang tidak benar dalam agamamu."
Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya bersikap ittiba atau mengikuti petunjuk beliau dalam setiap ritual ibadah.
Dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membuat hal baru dalam urusan kami ini yang tidak ada asalnya, maka hal itu tertolak."
Mengenai pengerjaan shalat di rumah, Rasulullah SAW menegaskan keunggulannya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari: "Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat fardhu."
Meskipun Rasulullah SAW pernah sesekali shalat sunnah bersama sahabat secara tidak sengaja seperti kisah Ibnu Abbas yang bermakmum pada shalat malam beliau hal tersebut tidak dijadikan rutinitas jamaah yang disyariatkan.
Para ulama menyimpulkan bahwa merutinkan shalat sunnah munfarid secara berjamaah dan melaksanakannya bak shalat fardhu dapat tergolong sebagai hal baru yang tidak dicontohkan.
Oleh karena itu, menjaga kemurnian ibadah sesuai dengan petunjuk Al-Qur`an dan As-Sunnah merupakan kewajiban setiap muslim agar amalnya diterima.
Melaksanakan shalat sunnah secara mandiri di tempat yang tersembunyi justru lebih mendekatkan diri pada keikhlasan dan menjauhkan dari sifat riya.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita hidayah untuk konsisten mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.