• KEISLAMAN

Hukum Doa Bersama Setelah Shalat Fardhu Menurut Syariat

Yahya Sukamdani | Rabu, 12/08/2026
Hukum Doa Bersama Setelah Shalat Fardhu Menurut Syariat Ilustrasi foto berdoa setelah shalat

Terasmuslim.com - Praktik membaca doa secara bersama-sama setelah menunaikan salat fardhu berjamaah menjadi fenomena yang lazim dijumpai di berbagai masjid.

Dalam syariat Islam, waktu setelah selesai menunaikan salat fardhu merupakan salah satu saat yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa.

Rasulullah SAW menegaskan keutamaan ini dalam hadits riwayat At-Tirmidzi, di mana beliau ditanya tentang doa yang paling didengar, lalu menjawab, "Di penghujung malam dan setelah salat fardu".

Al-Qur`an juga memotivasi umat muslim untuk segera berdoa dan beribadah setelah menyelesaikan suatu urusan ibadah.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Inshirah ayat 7, "Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain) dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap".

Mengenai tata cara pelaksanaannya, sebagian besar riwayat sahih mencatat bahwa Rasulullah SAW lebih sering berdzikir dan berdoa secara individu setelah shalat.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa berdzikir dengan suara keras setelah shalat fardhu biasa dilakukan pada zaman Nabi SAW.

Berdasarkan riwayat tersebut, para ulama mazhab Syafi`i membolehkan imam memimpin doa atau dzikir bersama dengan suara keras untuk tujuan pengajaran kepada jamaah.

Namun, apabila seluruh jamaah sudah memahami bacaan doa dan dzikir, para fuqaha menganjurkan agar doa kembali dilafalkan secara pelan (sirr).

Sebagian ulama lain berpandangan bahwa merutinkan doa bersama secara berjamaah setiap selesai shalat tanpa pernah meninggalkannya tidak memiliki contoh eksplisit dari Nabi SAW.

Oleh karena itu, mereka menyarankan agar imam tidak menjadikan tradisi doa bersama sebagai suatu kewajiban yang mengikat dalam setiap shalat.

Kendati terdapat perbedaan pandangan mengenai teknis pelaksanaannya, para ulama sepakat bahwa berdoa setelah shalat fardhu adalah amalan yang sangat disukai (mustahab).

Seorang muslim dibebaskan untuk memilih berdoa secara mandiri maupun mengikuti pimpinan doa dari imam selama diniatkan untuk kebaikan.

Sikap saling menghormati perbedaan pendapat fikih ini sangat penting untuk menjaga ukhuwah dan kekhusyukan jamaah di dalam masjid.

Dengan memahami tuntunan syariat secara utuh, umat Islam dapat menjalankan amalan doa setelah shalat fardhu sesuai ilmu dan keikhlasan niat.