• KEISLAMAN

Penyesalan Abadi Penduduk Neraka yang Sudah Tidak Berguna

Yahya Sukamdani | Minggu, 23/08/2026
Penyesalan Abadi Penduduk Neraka yang Sudah Tidak Berguna Ilustrasi foto neraka

Terasmuslim.com - Hari kiamat merupakan saat di mana seluruh penyesalan manusia yang melalaikan kebenaran menjadi tidak berharga lagi.

Para penghuni neraka akan meratapi setiap detik waktu yang mereka sia-siakan selama hidup di dunia.

Keadaan mengenaskan tersebut digambarkan dengan sangat jelas oleh Allah SWT dalam Surah Al-Mulkan ayat 10:

"Dan mereka berkata: `Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala`."

Ayat ini memperlihatkan betapa dahsyatnya rasa bersalah mereka karena telah mengabaikan seruan kebenaran semasa hidup.

Selain meratapi kelalaian akal, mereka juga memohon untuk dikembalikan ke dunia agar bisa beramal saleh.

Permintaan desperately tersebut diabadikan dalam Surah Fatir ayat 37, di mana mereka berteriak meminta kesempatan kedua yang mustahil dikabulkan.

Rasa putus asa yang teramat sangat membuat mereka bahkan berharap untuk hancur menjadi tanah saja daripada menanggung azab.

Keadaan ini sebagaimana diabadikan dalam Surah An-Naba` ayat 40, di mana orang kafir berkata betapa indahnya jika mereka menjadi tanah.

Penderitaan batin berupa penyesalan mendalam ini sejatinya jauh lebih menyiksa daripada pedihnya hukuman fisik yang mereka terima.

Rasulullah SAW menggambarkan dahsyatnya penyesalan tersebut dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim:

"Penghuni neraka akan menangis hingga air mata mereka habis, kemudian mereka menangis dengan air mata darah sampai membentuk alur di wajah mereka."

Hadis ini menegaskan betapa ratapan di akhirat tidak akan pernah mampu mengubah takdir yang sudah ditetapkan.

Setiap kesempatan berbuat baik yang diabaikan saat di dunia akan berubah menjadi penyesalan abadi yang membakar jiwa.

Dunia adalah satu-satunya tempat untuk menanam modal kebaikan sebelum pintu tobat tertutup rapat oleh kematian.

Semoga penuturan kisah penyesalan ini menjadi pecutan iman agar kita senantiasa memanfaat waktu dengan ketaatan.