• KEISLAMAN

Makanan Penghuni Neraka dalam Al-Quran

Yahya Sukamdani | Selasa, 03/03/2026
Makanan Penghuni Neraka dalam Al-Quran Ilustrasi foto makanan neraka

Terasmuslim.com - Al-Qur’an menggambarkan neraka bukan hanya sebagai tempat siksa api, tetapi juga sebagai tempat yang penuh penderitaan dalam segala aspek, termasuk makanan dan minuman penghuninya. Gambaran ini bukan sekadar simbolik, melainkan peringatan keras agar manusia menjauhi kekufuran dan kemaksiatan. Allah Ta’ala melalui wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa apa yang disajikan di neraka bukanlah kenikmatan, melainkan tambahan azab yang menyakitkan.

Salah satu makanan penghuni neraka yang disebut secara tegas dalam Al-Qur’an adalah pohon zaqqum. Dalam Surah As-Shaffat dan Ad-Dukhan, Allah menggambarkan zaqqum sebagai pohon yang tumbuh dari dasar neraka, dengan buah seperti kepala setan. Ketika dimakan, ia memenuhi perut seperti cairan logam yang mendidih. Para mufassir menjelaskan bahwa zaqqum adalah simbol kehinaan dan penderitaan, balasan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah.

Selain zaqqum, Al-Qur’an juga menyebut makanan bernama dhari’ dalam Surah Al-Ghasyiyah. Dhari’ digambarkan sebagai tumbuhan berduri yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Artinya, penghuni neraka tetap merasakan kelaparan meskipun telah memakannya. Ini menunjukkan bahwa makanan di neraka bukan untuk mengenyangkan, tetapi untuk memperpanjang rasa sakit dan keputusasaan.

Adapun minuman penghuni neraka disebut sebagai air yang mendidih dan nanah yang mengalir dari luka. Dalam Surah Ibrahim dan Muhammad, Allah menyebutkan bahwa ketika mereka meminumnya, minuman itu menghancurkan isi perut dan usus mereka. Bahkan dalam hadis, Rasulullah SAW menggambarkan betapa panasnya air tersebut, sehingga jika dituang ke kepala, ia akan melelehkan kulit dan organ dalam. Gambaran ini menunjukkan kedahsyatan azab yang tidak bisa dibayangkan akal manusia.

Penting dipahami, penyebutan makanan dan minuman neraka bukan untuk menimbulkan sensasi, melainkan sebagai peringatan moral dan spiritual. Islam mengajarkan bahwa setiap amal akan dipertanggungjawabkan. Mereka yang sombong, zalim, dan ingkar terhadap perintah Allah diancam dengan balasan yang setimpal. Sebaliknya, bagi orang-orang beriman dan bertakwa, Allah menjanjikan makanan surga yang lezat dan penuh kenikmatan sebagai balasan ketaatan.

Karena itu, ayat-ayat tentang makanan penghuni neraka seharusnya menggugah hati untuk segera bertaubat dan memperbaiki diri. Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi semesta alam, memberi kabar gembira sekaligus peringatan. Neraka dengan segala gambaran azabnya adalah realitas yang ditegaskan dalam akidah Islam. Semoga kita termasuk golongan yang dijauhkan darinya dan diberi kekuatan untuk istiqamah di jalan yang diridhai Allah.