• UMRAH & HAJI

Berdoa Soal Kebutuhan Dunia Saat Haji dan Umrah, Bolehkah?

Yahya Sukamdani | Jum'at, 24/04/2026
Berdoa Soal Kebutuhan Dunia Saat Haji dan Umrah, Bolehkah? Ilustrasi foto doa mustajab ketika umrah dan haji

Terasmuslim.com - Dalam Islam, haji dan umrah bukan hanya momen memohon ampunan, tetapi juga waktu terbaik untuk mengadukan segala kebutuhan hidup kepada Allah.

Al-Qur’an mengajarkan doa yang mencakup dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 201: “Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah,” yang menjadi dasar bahwa kebutuhan dunia tidak terpisah dari doa seorang mukmin.

Karena itu, memohon rezeki, kesehatan, keluarga yang baik, dan jalan keluar dari kesulitan saat haji atau umrah adalah bagian dari tawakal yang benar.

Allah juga menegaskan dalam Surah Al-Qasas ayat 77 agar manusia mencari akhirat tanpa melupakan bagian dunia, sehingga doa seorang hamba idealnya seimbang antara urusan agama dan urusan hidup.

Rasulullah SAW bersabda bahwa doa terbaik adalah doa pada hari Arafah, dan ini menunjukkan bahwa ibadah haji memiliki ruang luas bagi munajat yang tulus kepada Allah.

Di tempat-tempat mulia seperti Masjidil Haram, Multazam, dan saat thawaf, seorang jamaah boleh memanjatkan doa tentang utang, pekerjaan, rumah tangga, dan berbagai hajat dunia yang halal.

Namun, adabnya adalah tidak menjadikan ibadah haji dan umrah semata-mata sebagai ruang meminta urusan dunia, karena tujuan utamanya tetap taat, tunduk, dan mendekat kepada Allah.

Seorang mukmin yang baik tidak memisahkan dunia dari akhirat, sebab dunia adalah ladang amal dan akhirat adalah tempat panen yang sesungguhnya.

Dalam Surah Ghafir ayat 60, Allah memerintahkan, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan,” yang menegaskan bahwa seluruh kebutuhan manusia layak disampaikan kepada-Nya.

Maka, saat berada di tanah suci, hati yang paling benar adalah hati yang merendah, memohon ampunan, lalu meminta kecukupan hidup dengan penuh harap dan ketundukan.

Doa dunia yang dipanjatkan dalam haji atau umrah justru mengajarkan bahwa seorang hamba bergantung kepada Allah dalam semua urusan, bukan hanya saat sakit atau sempit.

Imam Ibn Hajar menjelaskan dalam makna umum syariat bahwa doa adalah inti ibadah, sehingga apa pun yang mubah dan baik dapat dimohonkan selama tidak mengandung dosa.

Karena itu, meminta jodoh yang saleh, anak yang baik, usaha yang diberkahi, dan hati yang tenang termasuk dalam doa yang indah dan tidak bertentangan dengan syariat.

Yang perlu dijaga adalah adab, kesungguhan hati, dan keyakinan bahwa Allah memberi sesuai hikmah-Nya, bukan semata-mata sesuai cepatnya keinginan manusia.

Maka, berdoalah di haji dan umrah dengan penuh harap: minta ampunan, minta petunjuk, dan minta segala kebutuhan dunia yang halal, karena Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.