• KEISLAMAN

Menjaga Adab Bercanda Agar Tidak Melanggar Syariat

Yahya Sukamdani | Sabtu, 22/08/2026
Menjaga Adab Bercanda Agar Tidak Melanggar Syariat Ilustrasi foto teman bercanda

Terasmuslim.com - Bercanda merupakan hal yang lumrah dilakukan untuk mencairkan suasana dan mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Namun, aktivitas bercanda dalam Islam tetap memiliki batasan moral dan etika yang wajib dipatuhi oleh setiap muslim.

Candaan yang melampaui batas sering kali berubah menjadi sarana untuk menghina, merendahkan, atau membuka aib sesama.

Allah SWT secara tegas melarang sikap saling mengolok-olok karena bisa menyakiti perasaan dan merusak persaudaraan.

Firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 11 menegaskan: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan itu lebih baik dari mereka" (QS. Al-Hujurat: 11).

Bercanda hingga menyampaikan kebohongan demi memancing gelak tawa orang lain juga merupakan perbuatan yang sangat dicela.

Rasulullah SAW memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang berbohong hanya demi bahan tertawaan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berbohong untuk membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia" (HR. Abu Dawud).

Selain itu, bercanda yang berlebihan dapat mematikan kepekaan hati dan melalaikan seseorang dari mengingat Allah SWT.

Rasulullah SAW sendiri pernah bercanda, tetapi beliau senantiasa memastikan bahwa ucapan yang keluar tetaplah sebuah kebenaran.

Candaan yang melibatkan bahaya fisik atau menakut-nakuti saudara muslim lainnya juga dilarang keras dalam syariat.

Menjaga lisan dari perkataan buruk saat bercanda merupakan cerminan dari kesempurnaan iman seseorang.

Seorang muslim yang bijak akan senantiasa menimbang dampak dari setiap perkataan yang meluncur dari mulutnya.

Menghormati perasaan orang lain jauh lebih utama daripada mengejar gelak tawa yang bersifat sementara.

Edukasi mengenai adab bercanda ini penting agar interaksi sosial umat tetap terbingkai dalam nilai-nilai akhlakul karimah.