• KEISLAMAN

Panduan Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Syariat Islam

Yahya Sukamdani | Sabtu, 22/08/2026
Panduan Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Syariat Islam Ilustrasi berdoa di kuburan

Terasmuslim.com - Ziarah kubur merupakan amalan yang disyariatkan dalam Islam sebagai sarana untuk melembutkan hati dan mengikis sifat cinta dunia.

Melalui amalan ini, setiap muslim diajak untuk senantiasa mengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah tempat singgah sementara.

Allah SWT mengingatkan manusia tentang kepastian kematian dan hakikat ziarah kubur dalam Al-Qur`an.

Firman Allah dalam Surah At-Takasur ayat 1-2 menegaskan: "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur" (QS. At-Takasur: 1-2).

Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk menziarahi kubur agar senantiasa teringat akan kehidupan akhirat.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda: "Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat mengingatkan kalian pada akhirat" (HR. Muslim).

Sebelum berangkat ziarah, seorang muslim hendaknya meluruskan niat semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT dan mengambil pelajaran.

Ketika memasuki area pemakaman, peziarah disunnahkan untuk menguncapkan salam kepada para penghuni kubur.

Doa salam yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memohon keselamatan bagi orang mukmin yang telah meninggal dunia serta pengingat akan giliran kematian kita.

Di area pemakaman, peziarah hendaknya menjaga adab dengan tidak melangkahi atau duduk di atas tempat persemayaman jenazah.

Prosesi ziarah diisi dengan mendoakan ampunan dan rahmat bagi si mayit, bukan untuk meminta sesuatu kepada ahli kubur.

Peziarah juga dilarang keras meratapi kematian secara berlebihan atau melakukan ritual yang bertentangan dengan ajaran tauhid.

Membaca ayat-ayat Al-Qur`an dan mendoakan kebaikan bagi almarhum menjadi bagian utama dari tata cara yang dianjurkan.

Dengan memahami adab dan tata cara yang benar, ziarah kubur menjadi ibadah yang bernilai pahala sekaligus memperkuat keimanan.

Edukasi mengenai tata cara ziarah yang syar`i ini penting agar tradisi berziarah tetap terjaga dari unsur-unsur penyimpangan aqidah.