• KEISLAMAN

Menjaga Kemurnian Tauhid dari Bahaya Pengultusan Kuburan

Yahya Sukamdani | Sabtu, 22/08/2026
Menjaga Kemurnian Tauhid dari Bahaya Pengultusan Kuburan Ilustrasi foto kuburan di dalam masjid

Terasmuslim.com - Fenomena pengultusan kuburan kini semakin marak terjadi di tengah masyarakat muslim tanpa disadari.

Praktik mengagungkan makam secara berlebihan sering kali dibungkus atas nama penghormatan kepada orang saleh.

Padahal, Islam telah menetapkan batasan yang sangat jelas antara menghormati ulama dan mengultuskan mereka.

Rasulullah SAW telah memberikan peringatan keras mengenai bahaya menjadikan kuburan sebagai pusat peribadatan.

Dalam sebuah hadits shahih, beliau bersabda: "Ingatlah, janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai masjid (tempat ibadah), karena aku benar-benar melarang kamu melakukan perbuatan itu" (HR. Muslim).

Pengultusan kuburan sering kali berawal dari niat mendoakan, tetapi berujung pada permohonan hajat kepada ahli kubur.

Perbuatan meminta pertolongan atau syafaat langsung kepada mayit merupakan bentuk penyimpangan aqidah yang sangat mendasar.

Allah SWT secara tegas melarang perbuatan menyembah atau berdoa kepada selain-Nya di tempat ibadah mana pun.

Firman Allah dalam Surah Al-Jinn ayat 18 menegaskan: "Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah" (QS. Al-Jinn: 18).

Rasulullah SAW juga melarang keras tindakan membangun atau memperindah bangunan kuburan secara berlebihan untuk mencegah fitnah kultus.

Hadits riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah menyatakan bahwa Rasulullah SAW melarang memberi kapur pada kubur, duduk di atasnya, serta mendirikan bangunan di atasnya.

Melakukan ziarah kubur pada dasarnya disyariatkan dalam Islam hanya untuk mendoakan si mayit dan mengingat kematian, bukan untuk mengultuskan tempat tersebut.

Penting bagi setiap muslim untuk kembali mempelajari tauhid yang murni agar terhindar dari perbuatan syirik yang terselubung.

Edukasi yang konsisten dari para da`i dan media Islam sangat diperlukan demi menyelamatkan aqidah generasi mendatang dari bahaya pengultusan.