• KEISLAMAN

Panduan Lengkap Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunnah Rasulullah

Yahya Sukamdani | Senin, 20/04/2026
Panduan Lengkap Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunnah Rasulullah Ilustrasi adab di kuburan

Terasmuslim.com - Melakukan ziarah kubur bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah yang harus dijalankan dengan tata cara yang benar sesuai tuntunan syariat.

Adab pertama yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW adalah meluruskan niat semata-mata karena Allah demi mengingat akhirat.

Setibanya di pintu pemakaman, seorang Muslim disunnahkan mengucapkan salam kepada para penghuni kubur sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Lafaz salam tersebut berbunyi: "Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun," yang berisi doa keselamatan.

Ketika berada di dalam area pemakaman, dilarang keras untuk duduk atau menginjak bagian atas gundukan makam demi menghormati jenazah.

Rasulullah SAW bersabda bahwa duduk di atas bara api lebih baik daripada duduk di atas kuburan seorang Muslim (HR. Muslim).

Bagi para peziarah, hendaknya menjaga lisan dari ucapan yang tidak bermanfaat atau ratapan yang menunjukkan ketidakikhlasan atas takdir Allah.

Al-Qur`an dalam Surat Al-Anbiya ayat 35 menegaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati sebagai ujian bagi manusia.

Disunnahkan untuk menghadap ke arah kiblat saat mendoakan ahli kubur agar doa tersebut dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan.

Mendoakan ahli kubur merupakan inti dari ziarah, karena mereka sangat menantikan kiriman doa dari sanak keluarga yang masih hidup.

Peziarah juga dilarang melakukan praktik syirik seperti meminta restu atau memohon hajat secara langsung kepada penghuni kubur.

Islam mengajarkan agar kita tidak mencium batu nisan atau mengusap-usap tanah kuburan secara berlebihan karena hal itu tidak ada tuntunannya.

Menyiramkan air atau meletakkan pelepah basah di atas makam diperbolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk meringankan beban ahli kubur.

Rasulullah SAW pernah meletakkan pelepah kurma basah di atas dua makam sebagai bentuk syafaat sementara bagi penghuninya (HR. Bukhari).

Dengan menjaga adab-adab ini, ziarah kubur akan membuahkan pahala serta menjadi momentum muhasabah diri yang sangat mendalam.