• KEISLAMAN

Redam Emosi, Ini 5 Cara Menahan Marah Sesuai Sunnah Rasulullah

Yahya Sukamdani | Rabu, 20/05/2026
Redam Emosi, Ini 5 Cara Menahan Marah Sesuai Sunnah Rasulullah Ilustrasi marah kepada org lain

Terasmuslim.com - Kemarahan adalah salah satu ujian emosi terbesar yang sering kali menjadi pintu masuk bagi setan untuk merusak amal manusia.

Media Islami mengajak kita semua untuk meneladani tuntunan luhur Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam dalam mengendalikan gejolak nafsu ini.

Langkah pertama yang paling responsif ketika amarah mulai membakar dada adalah dengan membaca kalimat taawudz demi memohon perlindungan Allah.

Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam pernah bersabda mengenai kalimat mulia yang dapat melenyapkan kemarahan dalam sekejap jika diucapkan dengan tulus.

"Sungguh saya mengetahui sebuah kalimat yang jika diucapkan oleh orang ini, maka apa yang ia dapati (marah) akan hilang, yaitu: `A’udzu billahi minash shaitanir rajeem`." (HR. Bukhari dan Muslim).

Cara kedua yang diajarkan oleh baginda Nabi adalah dengan segera mengambil sikap diam dan tidak mengumbar kata-kata saat emosi meluap.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah menegaskan pentingnya menjaga lisan agar tidak memperkeruh suasana saat sedang murka.

"Jika salah seorang di antara kalian marah, maka hendaklah ia diam." (HR. Ahmad).

Langkah ketiga adalah mengubah posisi tubuh menjadi lebih rendah guna meredam letupan energi negatif yang ada di dalam diri.

Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam memberikan panduan fisik yang sangat logis untuk menenangkan gejolak amarah yang sedang memuncak.

"Jika salah seorang di antara kalian marah dalam keadaan berdiri, maka hendaklah ia duduk, dan jika marahnya belum hilang, hendaklah ia berbaring." (HR. Abu Dawud).

Langkah keempat yang sangat mustajab adalah segera mengambil air wudu karena air dapat memadamkan api amarah yang bersumber dari setan.

Allah Subhanahu wa Ta`ala pun senantiasa memuji hamba-hamba-Nya yang memiliki kelapangan hati untuk menahan amarah di dalam Al-Qur`an Surah Asy-Syura ayat 37.

"Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf." (QS. Asy-Syura: 37).

Yakinlah bahwa menahan amarah bukan sebuah tanda kelemahan, melainkan simbol kekuatan iman yang akan diganjar pahala luar biasa di akhirat.

Mari kita praktikkan sunnah-sunnah mulia ini agar setiap jengkal kehidupan kita selalu dinaungi oleh ketenangan dan ridha Allah Ta`ala.