Ilustrasi foto diam (Foto: Ist)
Terasmuslim.com - Banyak dari kita yang sering kali meremehkan dampak dari setiap kata yang keluar begitu saja dari mulut.
Media Islami mengingatkan bahwa menjaga lisan bukan sekadar menahan diri dari dusta, tetapi juga menyaring ucapan yang tidak bermanfaat.
Salah satu adab yang paling sering dilupakan hari ini adalah berbicara hanya dalam hal-hal yang mendatangkan kebaikan.
Allah Subhanahu wa Ta`ala telah memberikan peringatan yang sangat tegas dalam Al-Qur`an Surah Qaf ayat 18 mengenai pengawasan ucapan manusia.
"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf: 18).
Adab berikutnya yang mulai langka adalah kesadaran untuk memilih diam ketika kita tidak memiliki kepastian atau ilmu tentang suatu perkara.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengaitkan secara langsung antara kualitas keimanan seseorang dengan kemampuan menjaga ucapannya.
Dalam sebuah hadis sahih, beliau memberikan rumus keselamatan yang sangat sederhana namun sangat berat untuk dipraktikkan.
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Menghindari perdebatan yang kusir dan tidak menghasilkan solusi juga merupakan adab lisan yang kini semakin jarang kita jumpai di media sosial.
Al-Qur`an Surah Al-Isra ayat 53 secara khusus memerintahkan kita untuk selalu memilih kalimat terbaik agar tidak diadu domba oleh setan.
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: `Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)`." (QS. Al-Isra: 53).
Termasuk adab yang mulai pudar adalah tidak menceritakan setiap hal yang kita dengar tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengingatkan bahwa kecerobohan dalam menyebarkan berita bisa menjerumuskan seseorang ke dalam jerat dusta.
"Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika ia menceritakan setiap apa yang didengarnya." (HR. Muslim).
Menjaga perasaan orang lain dengan tidak melempar candaan yang bernada merendahkan adalah benteng terakhir dari kesalehan lisan kita.
Semoga kita semua dituntun untuk lebih bijak dalam bertutur kata demi keselamatan diri di dunia dan kebahagiaan sejati di akhirat kelak.