• KEISLAMAN

Ruwetnya Bisnis Menggunakan Riba yang Menjebak Pengusaha

Yahya Sukamdani | Kamis, 25/06/2026
Ruwetnya Bisnis Menggunakan Riba yang Menjebak Pengusaha Ilustrasi pusing hutang riba bank

Terasmuslim.com - Menjalankan roda bisnis di era modern sering kali menghadapkan para pengusaha pada jeratan sistem ekonomi ribawi.

Banyak yang mengira bahwa suntikan modal berbasis bunga adalah jalan pintas menuju kesuksesan finansial yang instan.

Padahal, dalam kacamata syariat Islam, sistem ini justru menjadi pemicu ruwet dan hancurnya tata kelola bisnis.

Keuntungan yang tampak melimpah secara lahiriah sebenarnya hampa dari nilai keberkahan dan ketenangan jiwa.

Allah SWT secara tegas telah memaklumkan perang terhadap siapa saja yang nekat menyuburkan praktik haram ini.

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (QS. Al-Baqarah: 276)

Ayat di atas menjadi peringatan keras bahwa bisnis ribawi cepat atau lambat akan berujung pada kebangkrutan yang nyata.

Siklus utang yang berbunga-bunga sering kali membuat pengusaha terjebak dalam lingkaran setan yang sulit diputus.

Pikiran yang tidak tenang karena kejaran tagihan dan denda justru akan merusak fokus dalam berinovasi dan berproduksi.

Rasulullah SAW juga telah melayangkan laknat yang mencakup seluruh pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Beliau SAW bersabda bahwa Allah melaknat pemakan riba, yang memberi makan dari riba, penulisnya, dan dua saksinya. (HR. Muslim)

Ancaman dosa yang begitu besar ini menandakan betapa rusaknya tatanan sosial dan ekonomi akibat kezaliman riba.

Sistem ribawi cenderung memperkaya segelintir pemilik modal besar dan mencekik para pelaku usaha kecil yang sedang berkembang.

Sebagai alternatif solutif, Islam menawarkan sistem muamalah yang bersih, adil, dan transparan seperti skema bagi hasil.

Meninggalkan riba demi menaati perintah Allah adalah langkah awal untuk menjemput rezeki yang halal dan thoyyib.

Mari kita bersihkan aset usaha kita dari unsur ribawi agar bisnis bersemi dengan limpahan berkah dan ridha-Nya.