• KEISLAMAN

Ini Alasan Ilmu Disebut Harta Paling Berharga Kaum Mukmin

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Kamis, 25/06/2026
Ini Alasan Ilmu Disebut Harta Paling Berharga Kaum Mukmin Ilustrasi - orang-orang sedang mencari ilmu (Foto: Ist)

Jakarta, Terasmuslim.com - Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pesan yang disampaikan Ali bin Abi Thalib tentang ilmu pengetahuan tetap relevan bagi kehidupan masyarakat modern.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

الْعِلْمُ ضَالَّةُ الْمُؤْمِنِ

"Ilmu adalah barang hilang milik mukmin. Dimanapun ia menemukannya, ia berhak mengambilnya."

Hadis yang termuat dalam Bihar al-Anwar Jilid 1 halaman 168 tersebut menggambarkan betapa pentingnya ilmu bagi seorang mukmin.

Ali bin Abi Thalib. mengibaratkan ilmu sebagai barang berharga yang hilang dari pemiliknya, sehingga harus dicari dan ditemukan kembali di mana pun keberadaannya.

Pesan ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk memiliki sikap terbuka terhadap pengetahuan.

Seorang mukmin tidak boleh membatasi diri dalam mencari ilmu hanya karena perbedaan latar belakang, budaya, atau tempat asal suatu pengetahuan. Selama ilmu tersebut membawa manfaat dan kebenaran, maka ia layak dipelajari.

Di era digital saat ini, makna hadis tersebut semakin terasa. Beragam informasi dapat diakses dalam hitungan detik melalui internet dan media sosial.

Namun, kemudahan memperoleh informasi juga menuntut kemampuan untuk memilah antara ilmu yang benar dengan informasi yang menyesatkan.

Ungkapan beliau mengajarkan bahwa mencari ilmu bukan sekadar mengumpulkan informasi, melainkan upaya berkelanjutan untuk menemukan kebenaran dan menggunakannya demi kemaslahatan.

Semangat inilah yang telah mendorong lahirnya berbagai kemajuan dalam bidang pendidikan, sains, dan peradaban Islam sepanjang sejarah.

Bagi seorang mukmin, ilmu bukan hanya sarana untuk meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, pencarian ilmu tidak mengenal batas usia, tempat, maupun waktu.

Melalui sabda singkatnya, Sayyidina Ali mengingatkan bahwa setiap ilmu yang bermanfaat merupakan harta berharga yang patut dicari dan dimiliki.