Kisah seorang pendosa yang taubat (Foto: Ilustrasi AI)
Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali terjebak dalam memilah dan memilih kadar kesalahan yang diperbuat.
Sebagian orang merasa aman ketika merasa hanya melakukan pelanggaran yang dikategorikan sebagai dosa-dosa kecil.
Padahal, fokus utama seorang hamba bukanlah pada besar atau kecilnya suatu kemaksiatan yang tampak di mata.
Esensi sejati dari ketakwaan adalah menyadari dengan penuh keinsafan kepada Siapa kemaksiatan tersebut sedang ditujukan.
Allah SWT senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik hamba-Nya, baik dalam perkara yang besar maupun yang tersembunyi.
"Dan kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya..." (QS. Yunus: 61)
Kesadaran akan pengawasan Allah (muraqabah) inilah yang seharusnya membuat seorang Muslim gemetar untuk berbuat dosa.
Seorang ulama tabiin terkemuka, Bilal bin Sa`ad, pernah memberikan untaian nasihat yang sangat mendalam terkait hal ini.
Beliau menyatakan, "Janganlah kamu melihat kepada kecilnya kemaksiatan, tetapi lihatlah kepada Keagungan Dzat yang kamu maksiati."
Sikap meremehkan dosa kecil justru dapat menumpuk noda hitam yang lambat laun akan mengeraskan hati manusia.
Ketika hati telah membatu, hidayah akan sulit masuk dan kemaksiatan akan terasa sebagai hal yang lumrah.
Rasulullah SAW juga telah memberikan peringatan yang sangat tegas mengenai bahaya mengabaikan dosa-dosa kecil.
Beliau SAW bersabda, "Rambut-rambut halus yang dikumpulkan oleh seseorang lalu dikumpulkan lagi oleh yang lain, akhirnya dapat menyalakan api yang matang; begitu pula dengan dosa-dosa kecil yang dianggap remeh." (HR. Ahmad)
Hadist ini mengisyaratkan bahwa tumpukan dosa kecil yang terus-menerus dilakukan tanpa tobat dapat membinasakan pelakunya.
Oleh karena itu, bersegera memohon ampunan (istigfar) adalah jalan terbaik untuk membersihkan kembali jiwa yang keruh.
Mari kita jaga hati dan perbuatan kita dari segala bentuk maksiat demi menghormati Keagungan Allah Azza wa Jalla.