• KEISLAMAN

Jangan Cela Orang yang Masih Tenggelam Kemaksiatan

Yahya Sukamdani | Kamis, 25/06/2026
Jangan Cela Orang yang Masih Tenggelam Kemaksiatan Ilustrasi mencela orang lain

Terasmuslim.com - Melihat sesama Muslim masih terjebak dalam kubang kemaksiatan sering kali memancing ego kita untuk merasa lebih suci.

Namun, mencela dan menghakimi mereka secara membabi buta bukanlah watak sejati dari seorang mukmin yang bertakwa.

Tugas utama kita sebagai sesama saudara seiman adalah merangkul, menasihati, dan mendoakan mereka agar menjemput hidayah.

Pintu tobat Allah SWT senantiasa terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin kembali bersimpuh di hadapan-Nya.

Allah SWT mengingatkan para hamba-Nya yang telah melampaui batas agar tidak pernah berputus asa dari rahmat-Nya.

"Katakanlah, `Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah...`" (QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini menunjukkan betapa Maha Pengasihnya Allah, bahkan kepada mereka yang saat ini masih bergelimang dosa.

Jika Allah saja masih membuka pintu harapan, maka tidak pantas bagi kita manusia untuk menutupnya dengan celaan.

Mencela pelaku maksiat justru dikhawatirkan dapat memicu kesombongan di dalam hati kita yang merasa paling benar.

Rasulullah SAW memberikan peringatan yang sangat keras mengenai dampak buruk dari merendahkan kesalahan orang lain.

Beliau SAW bersabda, "Siapa yang mencela saudaranya karena suatu dosa, maka dia tidak akan mati sampai dia melakukan dosa tersebut." (HR. Tirmidzi)

Hadist ini menjadi tamparan keras agar kita lebih fokus memperbaiki aib diri sendiri daripada menguliti dosa orang lain.

Sikap menghakimi justru sering kali membuat pelaku maksiat semakin menjauh dari agama dan merasa enggan untuk bertobat.

Dakwah yang dicontohkan oleh para nabi selalu mengedepankan kasih sayang, kelembutan, serta hujjah yang menyentuh jiwa.

Kita tidak pernah tahu, bisa jadi orang yang hari ini kita cela, esok hari akan menjadi kekasih Allah karena tobat nasuhanya.

Mari kita ganti lisan yang mencela dengan untaian doa tulus agar mereka dan kita semua diselamatkan dari badai kemaksiatan.