• KEISLAMAN

Pesan Sahabat Nabi Pentingnya Memilih Pergaulan

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Kamis, 25/06/2026
Pesan Sahabat Nabi Pentingnya Memilih Pergaulan Ilustrasi - teman mengajak ke masjid (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan perilaku seseorang.

Karena itu, Islam memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya memilih teman dan tempat bergaul yang baik agar terhindar dari berbagai dampak negatif.

Pesan tersebut tergambar dalam sebuah nasihat Sayyidina Ali yang berbunyi:

إِيَّاكَ وَ مَوَاطِنَ التُّهَمَةِ وَ الْمَجْلِسَ الْمَظْنُونَ بِهِ السُّوءُ فَإِنَّ قَرِينَ السَّوْءِ يَغُرُّ جَلِيسَهُ

"Jauhilah tempat-tempat yang menimbulkan tuduhan, dan majelis yang disangka buruk. Karena teman yang buruk akan menjerumuskan temannya." (Bihar al-Anwar, Jilid 72, hlm. 90)

Nasihat tersebut tidak hanya mengingatkan tentang bahaya berteman dengan orang yang berakhlak buruk, tetapi juga pentingnya menjaga diri dari lingkungan yang dapat menimbulkan prasangka negatif.

Dalam pandangan Islam, menjaga kehormatan diri tidak hanya dilakukan dengan menjauhi perbuatan tercela, tetapi juga dengan menghindari situasi yang dapat memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Di era modern, pesan ini semakin relevan. Pergaulan, baik di dunia nyata maupun media sosial, dapat memengaruhi cara berpikir, kebiasaan, bahkan reputasi seseorang. Tidak sedikit orang yang terseret dalam perilaku negatif karena terlalu lama berada dalam lingkungan yang tidak sehat.

Imam Ali a.s. menegaskan bahwa teman yang buruk dapat menjerumuskan sahabatnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh pergaulan sering kali bekerja secara perlahan dan tidak disadari.

Seseorang yang awalnya memiliki prinsip kuat dapat berubah ketika terus-menerus berada di tengah lingkungan yang menganggap keburukan sebagai sesuatu yang wajar.

Selain itu, hadis ini juga mengandung pesan tentang pentingnya menjaga citra dan kepercayaan publik.

Berada di tempat atau majelis yang dikenal buruk dapat memunculkan penilaian negatif, meskipun seseorang tidak terlibat langsung dalam perbuatan yang terjadi di sana.

Karena itu, kehati-hatian dalam memilih lingkungan menjadi bagian dari upaya menjaga martabat dan nama baik.

Para ulama kerap mengingatkan bahwa sahabat yang baik adalah mereka yang mendorong seseorang untuk semakin dekat kepada Allah, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas diri.

Sebaliknya, pergaulan yang buruk dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai penyimpangan yang merugikan kehidupan dunia maupun akhirat.