Ilustrasi foto teman yang sombong setelah sukses
Terasmuslim.com - Perubahan sikap seorang teman setelah mencapai kesuksesan finansial atau jabatan kerap menimbulkan rasa kecewa di hati.
Sikap yang perlahan menjauh atau terkesan mengabaikan persahabatan lama sering kali memicu keretakan dalam ikatan persaudaraan.
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menyikapi perubahan sikap sesama Muslim secara arif, bijaksana, dan penuh kedewasaan.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menjaga hati dari persangkaan buruk dan tetap mengedepankan ikhtiar berprasangka baik.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 agar setiap Mukmin menjauhi prasangka karena sebagian prasangka adalah dosa.
Bisa jadi kesibukan serta tanggung jawab baru yang diembannya menjadi alasan utama di balik berkurangnya waktu untuk berinteraksi.
Namun, jika perubahan tersebut disertai dengan sifat sombong dan merendahkan, Islam tidak menganjurkan kita untuk membalasnya dengan kebencian.
Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim menegaskan bahwa tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat zarrah.
Sifat sombong merupakan penyakit hati yang berbahaya dan dapat merusak jalinan tali silaturahmi yang telah lama terbangun.
Kendati demikian, menyikapi kondisi ini tidak berarti kita harus langsung memutuskan tali persaudaraan secara ekstrem dan permusuhan.
Rasulullah SAW melarang seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari sebagaimana diriwayatkan dalam hadis shahih Bukhari dan Muslim.
Menjaga jarak secara proporsional dapat menjadi pilihan bijak demi menjaga kedamaian batin tanpa harus menanam rasa dendam.
Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Hujurat ayat 10 bahwa sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah di antara keduanya.
Fokuslah untuk terus memperbaiki diri serta mencari lingkungan pertemanan yang saling mendukung dalam ketaatan dan kebaikan.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk memiliki hati yang lapang dan dikelilingi sahabat yang menuntun menuju keridhaan-Nya.